
Ilustrasi debat yang dilarang agama Islam.
JawaPos.com–Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) debat diartikan sebagai suatu aktivitas saling bertukar pikiran satu sama lain mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.
Dalam peradaban Islam, berbagai keilmuan lahir dari diskusi kritis dan juga perdebatan serta pergolakan di antara tokoh dan pakar keilmuan.
Dikutip melalui Nu Online, menurut As Sam’ani teknik berdebat muncul di tengah peradaban Islam kala keluarga Baramikah diberi jabatan Wazir oleh Harun Arrasyid. Pada masa itu Baramikah memfasilitasi secara besar-besaran penerjemah buku-buku filsafat ke bahasa Arab. Saat itu muncul debat dan adu argumen yang menjadi sebuah seni dan digandrungi banyak orang termasuk pakar keilmuan Islam.
Fenomena tersebut pun menimbulkan pro dan kontra dari berbagai ulama karena dianggap cenderung negatif alih-alih bertujuan menemukan kebenaran. Seperti halnya pendapat yang diungkapkan Ibnu Rajab Al Hanbali yang memandang perdebatan soal halal haram di kalangan Fugaha Irak adalah negatif. Sebab, debat itu tidak menuntaskan hukum malah memperluas perdebatan.
Sedangkan Ibnu Hazm berpendapat bahwa debat apabila dilaksanakan dengan cara-cara yang sopan dan benar merupakan hal yang positif. Senada dengan hal itu Al Khatib Al Baghdadi yang mengonfirmasi bahwa di dalam Al Quran beberapa ayat memerintahkan untuk kita berdebat sedangkan ayat yang lain melarang.
فعلمنا علما يقينا أن الذي ذمه غير الذي أمر به، وأن من الجدال ما هو محمود مأمور به ومنه مذموم منهي عنه
Artinya, Kita mengetahui dengan pasti bahwa debat yang dicekam berbeda dengan debat yang diperintahkan Allah, dan di antara jenis debat, ada yang terpuji dan diperintahkan (oleh Islam), ada pula yang tercela dan dilarang.” (Al-Khatib Al-Baghdadi, Al-Faqih wal Mutafaqqih, [Saudi: Dar Ibnul Jauzi, 1417 H], jilid I, halaman 329)
Adapun diskusi dan debat yang dinilai negatif dalam peradaban Islam lahir pada masa tabiin.
”Perdebatan dan saling bantah membantah muncul setelah habisnya masa tabiin hingga seterusnya, di saat kebohongan muncul di tengah-tengah masyarakat, kesaksian yang dusta bermunculan di mana-mana, kebodohan pun menyebar,” ujar Abul Muzhaffar As-Sam’ani. (As-Sam’ani, Al-Intishar li Ashhabil Hadits, halaman 18).
Menurut Al Khatib Baghdadi ada dua macam debat yang dikategorikan negatif dan juga dilarang.
Melakukan debat tanpa didasari ilmu atau bahkan tanpa memiliki bukti hanya akan memicu tuduhan yang tidak berdasar dan tidak substansial. Hal itu sering disebut dengan debat kusir. Berkaitan dengan debat ini Allah SWT berfirman dalam Alquran surah Al Isra ayat 36 yang berbunyi :
َلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌۗ اِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا ٣٦
Artinya, Janganlah engkau mengikuti sesuatu yang tidak kauketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya. (QS Al Isra:36)
Melakukan debat berkepanjangan pasca menemukan fakta yang valid dalam rangka menutupi dan mencoba membela kebatilan termasuk dalam debat yang tidak direkomendasikan. Bahkan dilarang dalam Islam. Berkenaan dengan hal tersebut Allah SWT berfirman dalam Alquran surah Az Zukhruf ayat 58 yang berbunyi :
وَقَالُوْٓا ءَاٰلِهَتُنَا خَيْرٌ اَمْ هُوَۗ مَا ضَرَبُوْهُ لَكَ اِلَّا جَدَلًاۗ بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُوْنَ ٥٨

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
