Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Januari 2024 | 18.22 WIB

Isra’ Mi'raj nabi Muhammad SAW Terjadi di Bulan Rajab, Berikut Kisah Keajaiban Perjalanan Rasulullah

Ilustrasi Al Aqsha, destinasi perjalanan Isra’ Mi’raj - Image

Ilustrasi Al Aqsha, destinasi perjalanan Isra’ Mi’raj

JawaPos.com – Awal bulan Rajab tahun ini jatuh pada  Sabtu (13/1). Bulan ini oleh kalangan muslim dianggap suci karena peristiwa besar di dalamnya.

Pada bulan Rajab ini, terjadi peristiwa besar bernama Isra’ wal Mi'raj. Sebuah perjalanan yang menjadi salah satu mukjizat Nabi Besar Muhammad SAW.

Umumnya, masyarakat muslim pasti sudah tahu apa garis besar dari perjalanan ini. Isra’ Mi'raj umumnya hanya diketahui sebagai perjalan Nabi Muhammad SAW dari Masjid Al Haram di Makkah menuju Masjid Al Aqsa di Palestina dan dari situ beliau diangkat ke atas langit ke-7 (beberapa beranggapan surga).

Dilansir dari laman muslimhands.org.uk, terjadi banyak kejadian selama perjalanan itu terjadi. Berikut beberapa kejadian yang terjadi selama Isra’ Mi'raj:

1. Terjadi pada titik terendah Rasulullah

Isra’ Mi'raj terjadi pada saat nabi sedang berduka atas kematian istri tercintanya yang merupakan ibu bagi para mukminin Sayyidatina Khadija Al Kubra (ra)

Selain sedang berduka, Rasulullah dan pengikutnya juga mengalami tekanan dan perlakuan keras yang intens dari suku Quraisy yang merupakan suku dari keluarganya.

Mendapatkan banyak rasa sakit dan duka, Rasulullah mendapatkan hadiah yang sangat indah dari Allah SWT dengan peristiwa Isra’ Mi'raj

2. Isra’, Perjalanan dari Ka'bah ke Aqsha

Ketika Rasul tertidur di rumah Umm Hani (ra), dia berkata bahwa ia melihat atap rumahnya terbuka dan malaikat Jibril (as) turun (Bukhari).

Ulama’ memiliki cerita yang berbeda-beda, namun sebagian menceritakan bahwa Rasulullah kemudian dibawa ke Hijr (tembok setengah lingkaran Ka'bah).

Di Hijr, Nabi Muhammad SAW berkata bahwa Malaikat Jibril (as) membelah dadanya dan mencuci hatinya dengan air zam-zam.

Kemudian, Jibril (as) membawakan nampan emas yang penuh berisi dengan kebijakan dan keimanan. Setelah menuangkannya ke dalam dadaku dia menutupnya kembali (Bukhari).

Kemudian rasul dibawakan sebuah makhluk putih yang dikenal dengan nama buraq. Lebih besar dari keledai, namun lebih kecil dari seekor mule (hybrid kuda dan keledai). Hewan itu melangkah sejauh mata memandang (Muslim).

Di beberapa titik sepanjang perjalanan, Jibril menghentikan buraq dan berkata kepada nabi agar turun dan berdoa.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore