Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Oktober 2023 | 02.26 WIB

Daur Ulang Sampah Plastik dalam Jumlah Besar Cegah Pencemaran Lingkungan dan Tingkatkan Ekonomi Warga

Ilustrasi warga mengumpulkan sampah plastik untuk didaur ulang - Image

Ilustrasi warga mengumpulkan sampah plastik untuk didaur ulang

JawaPos.com-Di tengah meningkatnya tantangan polusi plastik dan kemiskinan, muncul suatu harapan dan transformasi. Bayangkan jika 100 juta kilogram plastik daur ulang – yang setara dengan 5 miliar botol plastik berukuran 500 ml – dapat dicegah agar tidak mencemari lingkungan.

“Ini bukan hanya mimpi, ini adalah pencapaian luar biasa dari komunitas daur ulang kami yang mengumpulkan setiap plastik dengan tangan mereka sendiri, sekaligus membuka jalan bagi mereka sendiri untuk keluar dari kemiskinan,” kata David Katz, Pendiri dan Ketua Plastic Bank.

Pada tanggal 23 Oktober 2023, David Katz hadir sebagai pembicara di acara Sustainable Brands Madrid. Katz tidak datang untuk menyampaikan pidato khas perusahaan, tapi ia hadir untuk menantang janji-janji yang belum terealisasi mengenai keberlanjutan dan menyampaikan seruan untuk perubahan.

Katz menekankan bahwa keberlanjutan saja sudah tidak cukup lagi. Yang kita butuhkan saat ini adalah regenerasi, sebuah perubahan radikal dari bisnis dalam menjalankan tanggung jawab mereka terhadap lingkungan dan sosial.

“Kita sedang berada di persimpangan jalan. Kita bisa terus menjalani gaya hidup konsumerisme atau kita

bisa memulai suatu perjalanan regenerasi,” urainya. Dia menambahkan, dirinya percaya bahwa bisnis memegang kunci untuk memulihkan planet kita dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sejak awal, gerakan Social Recycling yang dilakukan oleh Plastic Bank telah menyebar dengan cepat, menyulut semangat lebih dari 550 komunitas daur ulang di Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Afrika.

Di Indonesia sendiri, Plastic Bank memiliki lebih dari 270 collection centers di 10 provinsi yang telah berkontribusi sebanyak 50 persen dari pengumpulan 100 juta kilogram plastik tersebut.

Dari 40.000 lebih anggota komunitas, 35 persennya berasal dari wilayah pesisir di Indonesia yang tidak hanya berjasa membersihkan lingkungan mereka tetapi juga mengatasi kemiskinan dengan menukar plastik daur ulang dengan pendapatan tambahan dan berbagai manfaat sosial lainnya.

“Pencapaian ini bukan hanya tentang plastik daur ulang, tapi juga tentang suatu pencapaian yang dapat diraih oleh umat manusia jika dipersatukan oleh tujuan yang sama,” kata Katz. “Kami mengundang masyarakat di seluruh dunia untuk bergabung bersama kami untuk mengubah planet kita, menciptakan dunia dimana kegiatan ekonomi turut memberdayakan masyarakat untuk meregenerasi sumber daya, melestarikan lingkungan, dan membuka jalan bagi komunitas daur ulang agar dapat keluar dari cengkeraman kemiskinan," imbuhnya.

Dia menegaskan, ini bukan hanya suatu ajakan untuk bertindak, ini adalah ajakan untuk berkumpul bersama dan memimpin perubahan menuju dunia tanpa sampah; dunia tanpa polusi plastik dan kemiskinan. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore