
Alhamarhumah Dylan Sahara
JawaPos.com - Waktu kejadian, Sabtu (22/12) itu, posisi saya di Solo. Terus pas mau pulang ke Ponorogo, ada telepon kalau Dylan kena musibah. Yang ngabari ibunya Mas Ifan. Saya Minggu (23/12) pagi langsung menuju Jakarta lewat Jogjakarta.
Dan (dari Jakarta) langsung ke sini (Tanjung Lesung Resort).
Dylan itu sebetulnya nggak boleh ke Tanjung Lesung sama bapak (Supriyanto/suami Dwi Ratna, Red). Seminggu sebelumnya, bapak sudah ada firasat nggak enak begitu. Dan tanggal 22 Desember itu sebetulnya masih ada acara dengan Sandiaga Uno (cawapres nomor urut 02) keliling di Ponorogo, Magetan, dan Ngawi (untuk kampanye).
Dylan berangkat tanggal 21 Desember malam ke Jakarta dan nggak ikut acara Sandiaga Uno. Saat ditanya, Dylan bilang ada acara penting begitu. Dia langsung diantar ke Solo naik pesawat terbang ke Jakarta. Saat sampai di bandara (di Jakarta), dia ngabari saya. Terus langsung ke Tanjung Lesung diantar sopir.
Tanggal 22 Desember itu sempat ngucapin selamat Hari Ibu ke saya. Terus dia kirim gambar (poster kampanye) ke saya melalui WA. Dia (Dylan merupakan caleg DPRD Jatim dari Partai Gerindra nomor urut 3) mau bikin banner sendiri ukuran 8 x 4 meter. Mau dipasang di alun-alun. Dia juga sudah bikin billboard dekat masjid jamik di Jalan Diponegoro (Ponorogo).
Dylan sebetulnya berencana tanggal 25 Desember balik ke Ponorogo. Karena dia sama anak-anak ada acara. Kebetulan tanggal 23 Desember Dylan ulang tahun ke-26. Dia lahir tahun 1992. Dia anak kedua dari tiga bersaudara. Sejak kecil dia tinggal di Ponorogo. Dia itu mirip bapaknya (ikut jejak bapaknya terjun ke dunia politik. Ayah Dylan caleg DPR dari Partai Gerindra).
Dylan terakhir pas kejadian pakai kaus hijau toska kombinasi long dress. Makanya, kalau ada kaus warna hijau (saat pencarian), saya langsung ambil untuk ngecek apakah itu kausnya Dylan. Dia punya ciri-ciri pakai kuteks putih di kakinya. Ada bekas jahitan di atas telapak kaki kanan atas. Secara kasatmata terlihat. Dia dulu pernah jatuh saat naik motor.
Cerita terakhir dia (saat gelombang tinggi menerjang panggung Seventeen) itu pegangan sama Cyntia (ipar Dylan). Dia posisinya ada di depan panggung. Bersama penonton lain. Cyntia ketemu dan selamat. Tapi, Dylan...kami harus ikhlas dia berpulang.
*) Ibu Dylan Sahara (Istri Ifan Seventeen)
Catatan redaksi: Sebagian materi berasal dari wawancara kemarin sekitar pukul 13.30, sebelum jenazah Dylan ditemukan.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
