Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Desember 2016 | 03.20 WIB

Maulid Nabi Bentuk Pendidikan Karakter Bangsa

Kornas Nusantara Mengaji, Jazilul Fawaid (kiri) - Image

Kornas Nusantara Mengaji, Jazilul Fawaid (kiri)

JawaPos.com - Maulid Nabi Muhammad SAW yang diperingati setiap tahun bukan hanya sekadar seremonial belaka. Di balik itu, maulid ini menjadi bagian bentuk pendidikan karakter bangsa.



Hal itu diungkapkan, Koordinator Nasional (kornas) Nusantara Mengaji, Jazilul Fawaid.



"Kegiatan maulid selalu mengingatkan kita untuk terus meneladani perilaku Rasulullah. Yakni sifat dan sikap mulia yang berlaku universal dalam memperkuat budaya kesantunan dan karakter khas ketimuran kita," ujar Jazil di sela-sela acara Khataman Akbar Nusantara Mengaji sekaligus peringatan Maulid Nabi SAW di Masjid Baitul Faizin, Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/12).



Dikatakannya, Nabi Muhammad sebagai teladan umat mengajarkan manusia tentang toleransi, tengganga rasa, dan membangun kerukunan dalam keragaman.



"Keteladanan Nabi mengajarkan kita agar menjadi pribadi dan masyarakat beradab. Sebab, beliau adalah Alquran 'berjalan' yang akhlaknya juga cerminan nilai-nilai Alquran," imbuhnya.



Selain itu, lanjutnya, tradisi maulid di Indonesia selalu dirayakan dengan kegiatan pengajian khataman Alquran atau pembacaan kitab al-Barjanzi.



"Ini juga gerakan spiritual yang menjadi komplementer dalam usaha mencapai kemajuan bangsa", tuturnya.



Jazil mengatakan, umat Islam saat ini lebih banyak membaca informasi dari media sosial dari pada Alquran. Padahal banyak di antara informasi tersebut yang tidak benar.



"Sekarang masyarakat lebih banyak membaca medsos (media sosial, red) dari Alquran. Ini kita sayangkan karena bukan hanya tidak berpahala bahkan info dari medsos perlu diverifikasi mana yang benar dan mana yang tidak benar," katanya.



Karena itu, Jazil menegaskan, agar teknologi informasi juga dapat digunakan untuk hal yang lebih positif. Nusantara Mengaji juga hadir dalam aplikasi khataman Alquran online.



"Terutama generasi muda, yang menurut survey, paling banyak mengakses media sosial," imbuhnya lagi.



Selain itu, Jazil juga mengajak masyarakat untuk terus menggalakkan khataman Alquran dimana dan kapanun.



"Minimal bakda maghrib, walau hanya sekali dalam sehari. Jangan sampai rumah kita seperti kuburan tanpa ada yang membaca Alquran. Seperti disebut dalam hadis, rumah tanpa Alquran akan terlihat dari 'langit' seperi kuburan. Begitu juga masyarakat bogor dan Indonesia, kalau tidak ada yang membaca Alquran," paparnya.



Acara khataman Alquran yang kembali digalakkan Nusantara Mengaji ini juga dilaksanakan di seluruh kecamatan se-kabupaten Bogor. (iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore