
Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan barang bukti uang dalam konferensi pers dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) dilingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Minggu (30/12).
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada Jumat (29/12). Adapun, operasi senyap ini terkait dugaan suap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengecam keras atas peristiwa tangkap tangan ini. Sebab, dugaan suap tersebut salah satunya soal proyek SPAM di daerah bencana di Sulawesi Tengah.
"KPK mengecam keras dan sangat prihatin karena dugaan suap ini salah satunya terkait proyek pembangunan SPAM di daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah yang baru saja terkena bencana tsunami," tegas Saut pada awak media, Minggu (30/12).
Saut juga mengaku pihaknya menemukan barang bukti uang suap dalam kasus ini yaitu uang sebesar Rp 3,3 miliar, SGD 23.100, USD 3.200. Uang tersebut diberikan pihak swasta (PT NKE dan PT TSP) kepada pejabat PUPR sebagai janji membantu menenangkan proyek penggadaan, penyediaan sistem air minum di beberapa daerah.
"Lelang diatur sedemikan rupa untuk dimiliki oleh PT NKE dan PT TSP yang dimiliki orang yang sama," ujarnya.
"Pada tahun 2017-2018 diduga kedua perusahaan itu memenangkan 12 paket proyek dengan nilai total Rp 429 miliar," pungkas Saut.
Dalam OTT kali ini, KPK mengamankan pihak sebanyak 21 orang. Dari 21 orang itu, hanya delapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka.
Kemudian, empat dari delapan orang tersebut merupakan pejabat Kementerian PUPR. Mereka adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggul Nahot Simaremare, PPK SPAM Katulampa Meina Waro Kustinah, PPK SPAM Darurat Teuku Moch Nazar dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.
Sedangkan empat orang lainnya dari pihak swasta yakni Dirut dan Direktur PT Wijaya Kusuma Emindao (WKE) Budi Suharto serta Lily Sundarsih, dan dua Direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) yaitu Irene Irma serta Yuliana Enganita Dibyo.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
