
Tenaga Kontrak Asisten Ahli Dewas BPJS-TK berinisial RA mengaku mendapatkan empat kali tindak kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh salah seorang Anggota Dewan Pengawas BPJS-KT berinisial SAB.
JawaPos.com - Tenaga Kontrak Asisten Ahli Dewas BPJS-TK berinisial RA mengaku mendapatkan empat kali tindak kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh salah seorang Anggota Dewan Pengawas BPJS-KT berinisial SAB. Pada kali kelimanya, akhirnya korban memilih melawan pelaku pemerkosaan itu.
Usai perlawanan yang diberikan oleh korban, RA mengaku malah dirinya dimarahi oleh SAB dengan alasan tidak bekerja secara profesional di kantor BPJS-KT.
"Pada 28 November 2018, atasan saya itu memarahi saya karena dianggap tidak bekerja profesional. Saya merasa dia marah karena dia tahu saya tidak lagi mau jadi boneka pemuas syahwat dia. Saya memilih tidak akan diam," ungkap RA, Jumat (28/12).
Di hari yang sama, sambung RA, dia nyaris mendapat kekerasan fisik. SAB berniat melempar gelas ke arah wajah RA. Untungnya pada saat itu, salah seorang teman RA mencegahnya.
"Kekerasan fisik terakhir terjadi 28 November 2018, yang bersangkutan ingin melempar gelas ke muka saya. Lalu sempat dicegah oleh rekan saya yang ada di situ," ujarnya.
Selain ancaman kekerasan fisik, RA juga mendapat ancaman psikis sehingga membuat RA merasa tidak nyaman yang hampir berujung pada peristiwa ingin bunuh diri. Namun, niatan itu tak jadi dilakukan. Karena dia harus bertahan untuk membongkar kejahatan atasannya suatu saat nanti.
"Saya dapat ancaman psikis, saya dikondisikan supaya tidak nyaman, dibentak, dan dikucilkan oleh semua anggota komite, saya di-blackmail sama SAB," imbuhnya.
Tak lama setelah mendapatkan perilaku tersebut, RA memberanikan diri membongkar kejahatan seksual yang dilakukan SAB melalui unggahan status aplikasi pesan singkat WhatsApp.
"Saya mulai membeberkan perilaku dia, saya nyebarin screenshot chat-chat WA (WhatsApp) dia selama ini kepada saya melalui status WA saya. Ini tentu saja menggegerkan," tukasnya.
Dia juga telah melaporkan perilaku bejat pimpinannya itu ke Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan. Namun, menurutnya ketua Dewan Pengawas malah membela si pelaku.
"Ternyata dewan pengawas justru membela perilaku bejat itu. Hasil rapat dewan pengawas pada 4 Desember justru memutuskan untuk mengeluarkan perjanjian bersama yang isinya mem-PHK saya sejak akhir Desember 2018. Saya menolak menandatangani itu," tambahnya.
Tak berhenti di situ, dia juga sudah mengirim surat ke Dewan Jaminan Sosial Negara (DJSN) dan mengirim surat ke Presiden Joko Widodo terkait kasus ini.
"Saya membuat persetujuan ini dengan penuh kejujuran. Saya berani mempertanggungjawabkan apa yang saya sampaikan. Saya tidak ingin menang, tapi kejahatan yang dilakukan seseorang yang memilki jabatan sangat tinggi itu tidak boleh dibiarkan," tegasnya.
"Saya berdoa. Semoga saya adalah perempuan terakhir yang menjadi korban kejahatan seksual di Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, atau di tempat kerja di mana pun di Indonesia ini," pungkasnya.
Di tempat yang sama, Ade Armando yang merupakan dosen sekaligus pendamping AR dalam proses ini, mengapresiasi keberanian AR untuk mengungkap dan berbicara di depan publik atas pelecehan seksual yang dialaminya. Menurutnya, kasus-kasus seperti ini sering terhambat karena korban enggan membukanya di ruang publik.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
