
KONSISTEN: Belajar berkuda sejak 2022, Niken Larasati tengah mempersiapkan diri untuk seleksi porprov cabang horseback archery. Sebelumnya, Niken aktif di olahraga wushu. (ROBERTUS RISKY/JAWA POS)
Berkuda kini kian digemari, terutama oleh kelompok usia remaja. Pelatih berkuda K-Satria Stable Surabaya mencatat adanya peningkatan jumlah peminat.
”Bisa 6–7 kali ngajar untuk sesi pagi aja. Sebelumnya kurang dari 5 orang. Mulai anak-anak, remaja, hingga dewasa. Paling banyak usia 20 tahunan,” ujar Imam Bukhori saat ditemui setelah melatih di lapangan pacu kawasan Medayu, Rungkut, Surabaya, pekan lalu.
Alasan peminat menjajal berkuda pun beragam. ”Aku baru 3–4 bulan ini latihan. Penasaran pengin coba aja, ternyata seru meski masih ngeri-ngeri sedap takut kepreset kudanya,” kata Karin setelah berlatih pagi itu (4/1).
Sebagian besar datang mencoba karena dorongan rasa penasaran. Tidak sedikit yang akhirnya serius menekuninya hingga menjadi atlet berkuda. ”Ada juga yang menjadikannya pelarian karena habis putus cinta. Ada yang ikut-ikutan atau FOMO (fear of missing out, Red) ya istilahnya. Tidak apa-apa, selama itu kegiatan yang positif. Tapi, kalau ditekuni, sebetulnya bisa jadi prestasi,” beber Imam.
NGERI-NGERI SEDAP: Berawal dari penasaran, Karin sudah 3–4 bulan belakangan berlatih berkuda di K-Satria Stable Surabaya. (ROBERTUS RISKY/JAWA POS)
Ambil contoh RA Niken Larasati Wirawan. Atlet wushu itu baru belajar berkuda pada 2022, tapi sudah melenggang di kejuaraan. Bahkan, Niken kini tengah fokus pada olahraga memanah sambil berkuda. ”Ini lagi latihan buat seleksi porprov Februari mendatang untuk cabang horseback archery,” ujar alumnus Sastra Inggris Unair itu.
Imam mengatakan, belajar berkuda tidaklah susah. Asal niat belajar, berani, dan patuh instruksi pelatih. Di awal latihan pun, kuda tidak langsung dilepas begitu saja. ”Nanti kalau penunggang sudah bisa rising trot atau gerakan naik turun itu dan keseimbangannya sudah bagus, baru coba dilepas. Tiga kali pertemuan biasanya sudah bisa, tapi tetap diarahkan,” jelas Imam.
Imam memaparkan, idealnya minimal usia 7–8 tahun untuk belajar berkuda. Pada usia tersebut, anak sudah bisa memahami instruksi dan fokus. ”Kalau buat pengenalan aja boleh dari kecil asal anaknya berani,” lanjut Imam.
Apa saja yang perlu disiapkan? Pastikan mengenakan celana panjang yang tidak ketat dan kaku. Gunakan kaus kaki supaya kaki tidak lecet saat bergesekan dengan sepatu. Perlengkapan lain seperti sepatu bot dan helm sudah tersedia di stable dan dapat dipinjam. (lai/c7/nor)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
