
Ilustrasi: anak-anak bermain lego
JawaPos.com – Lego merupakan suatu permainan yang menyusun balok dengan berbagai macam warna. Permainan ini sangat banyak digemari anak-anak. Mulai dari balita hingga remaja. Tidak sedikit pula orang dewasa begitu antusias bermain lego ini.
Lego kerap ditemukan di pusat perbelanjaan, mall, rumah, sekolah, dan pusat permainan. Lego merupakan mainan bongkar-pasang dengan berbagai warna balok. Si kecil bisa menyusunnya menjadi berbagai bentuk. Mulai bentuk bangunan, tanaman, dan mobil-mobilan. Permainan lego membantu perkembangan psikomotor, kognitif, dan kemampuan sosial anak.
Bagi anak-anak, mainan lego bersifat edukatif dan kreatif memberikan banyak sekali manfaatnya bagi tumbuh kembang. Nah, apa saja sebetulnya manfaat bermain lego bagi anak?
Dilansir dari klikpsikolog.com, Senin (25/03), berikut manfaat bermain lego bagi tumbuh kembang anak:
1. Motorik Halus
Saat anak bermain lego, anak akan banyak mengambil, mengangkat, menekan hingga merekatkan satu persatu balok lego. Hal itu akan membantu anak untuk mengembangkan motorik halus, khususnya pada jari tangan. Otot-otot kecil yang kuat akan terbentuk di jari tangan yang dapat membantu anak untuk melakukan keterampilan lainnya, seperti belajar menulis, menggambar, dan lain-lain.
2. Mempelajari Konsep matematika
Bentuk, ukuran, jumlah, hingga konsep penjumlahan maupun pengurangan dapat dipelajari lewat permainan lego. Kala memberikan jumlah balok yang sedikit kepada anak untuk menyelesaikan bangunannya, anak akan belajar untuk menghitungnya. Secara perlahan mereka mulai mengerti bahwa masing-masing balok memiliki nilai.
3. Kreativitas dan problem solving
Lego memiliki banyak warna, bentuk, ukuran, hingga beragam figur orang. Anak bisa menyusun lego menjadi suatu bangunan sesuai dengan instruksi yang ada, ataupun membuat bangunan sendiri dengan ditambahi berbagai macam figur sesuai dengan imajinasi yang mereka pikirkan.
Hal ini akan membantu akan untuk lebih mengeksplorasi imajinasi dan kreativitas anak. Apabila ternyata anak mengalami kesulitan saat sedang menyusun hasil karyanya, anak dapat belajar mandiri untuk mencari cara menyelesaikan masalahnya.
4. Melatih bersosialisasi dan kerja sama
Bermain lego secara kelompok bersama adik, kakak, orang tua, maupun teman tentunya akan lebih menyenangkan dan bermanfaat bagi perkembangan anak. Dengan main lego bersama-sama, setiap anggota kelompok akan berdiskusi tentang strategi membangun lego. Mulai dari bangunan apa yang akan dibuat, apa yang harus dilakukan terlebih dahulu, hingga peran dari masing-masing setiap anggota.
Hal ini akan membantu anak untuk belajar kerja sama, berinteraksi, diskusi, sharing, mengemukakan ide, dan belajar menghargai ide orang lain yang tentunya dapat lebih mempersiapkan diri anak saat bersosialisasi di lingkungan sekitarnya.
5. Melatih sikap pantang menyerah

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
