
GUNAKAN PUPUK ORGANIK: Shien Shien di dalam greenhouse tempat menanam melon. Saking manisnya, melon hasil panennya dikira disuntik pemanis.
Ada lahan kosong, Shien Shien langsung memenuhinya dengan tanaman buah dan sayur. Jika hasilnya sedikit, dia konsumsi sendiri. Saat panen melimpah, dia bagikan ke siapa pun yang ingin membeli.
GREENHOUSE seluas 400 meter persegi itu baru terisi separo saja. Sebagian ditanami melon yang sudah tumbuh buah, tapi baru dua bulan lagi bisa dipetik. Tepat di sebelahnya, tanaman basil tumbuh rindang dan segar. Di atasnya, merambat tanaman anggur yang buahnya sudah bergelantungan tertutup kantong. ’’Lahan sisanya belum kepikiran mau ditanami apa. Masih mikir,’’ ujar Shien Shien saat ditemui Jawa Pos di kebunnya pada Jumat (24/11).
Niat awalnya mendirikan greenhouse pada 2019 adalah ditanami melon seluruhnya. Namun, lokasi lahan berada di kawasan perumahan. Jadi, sisi samping dan belakang tertutup tembok. Sinar matahari akan susah masuk ke greenhouse. Sementara itu, melon membutuhkan banyak matahari untuk tumbuh. ’’Jadi, saya tanam di bagian lahan yang kena matahari saja. Sampingnya kan masih kosong. Karena saya suka basil, coba tanam benihnya, ternyata tumbuh,’’ cerita wanita yang tinggal di kawasan Surabaya Barat itu.
Saking banyaknya basil yang tumbuh, dia olah lagi jadi pesto dan basil garlic butter. Untuk kemudian dia jual. Saat panen hasil kebun lainnya pun demikian. Niat hati untuk konsumsi pribadi. Namun, karena berlimpah, dia bagikan ke orang terdekat hingga dijual ke siapa pun yang mau. ’’Melon pun menurut temen-temen lebih manis. Sampai dikira disuntik pemanis. Mungkin karena cuaca Surabaya, melon kan minta panas,’’ imbuhnya.
Menurut dia, tanaman yang ditanam sendiri lebih tahan lama. Apalagi, Shien Shien tidak menggunakan pupuk kimia sehingga tanaman lebih sehat. Dia mengolah sendiri pupuk kompos dari sampah organik dan daun kering. Pupuk kandang hanya menjadi tambahan. Dia bahkan membuat eco-enzyme sendiri dari campuran sayur, buah, dan ampas ikan sebagai penyubur tanaman. ’’Saya petik tomat yang sudah merah ditaruh di atas meja sampai 1–2 minggu masih bagus. Nggak layu atau kering,’’ tambah owner Arunika Garden itu.
Di luar greenhouse, masih tersisa sedikit lahan di pinggir jalan yang tak Shien Shien biarkan kosong. Ada pohon jambu air, kale, srikaya jumbo, jeruk bali, hingga kelengkeng. Di teras rumahnya juga dia tanami mangga, anggur brasil, juwet putih, dan bunga-bungaan sebagai pelengkap kebun.
LEBIH BESAR: Shien Shien memanen anggur yang merambat si dalam greenhouse. Di bagian bawah anggur ini terdapat tanaman hasil yang juga tumbuh dengan subur.
"Sebenarnya bisa beli di pasar ya, tapi sensasi bertanamnya, kemudian menikmati hasil kerja keras kita, mau hasilnya kecil atau apa itu, tetap happy. Perasaan happy itu yang nggak bisa dibeli," ungkapnya.
Shien Shien senang dengan tanaman yang unik-unik. Beberapa koleksinya berasal dari benih impor. Ada cha-om yang bau daunnya mirip petai hingga walang sangit yang jadi ketumbarnya orang Thailand dan Vietnam. Saat ini, dia juga tengah belajar bertanam bunga anggrek yang tidak mudah.
"Karena otodidak, jadi ya ini semua tempat belajar saya. Yang pasti, kalau bertanam itu, harus sabar dan telaten. Saya pernah saking penginnya cepat berbuah, saya semprot enzim, terus akhirnya kelebihan nutrisi," ungkapnya. Kini, dia tak pernah memaksakan tanamannya cepat berbuah. Shien Shien mulai paham bahwa semua ada masanya untuk berbuah. (lai/c7/ai)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
