
JUGA PANGKAS DAUN: Fathiyah Amieni melakukan repotting pada salah satu tanaman koleksinya. Repotting perlu dilakukan agar tanaman tumbuh dan berkembang dengan baik.
Kalau tanaman tampak sulit bertumbuh, bisa jadi itulah pertanda perlu dilakukan repotting. Prosesnya pun terbilang mudah bagi pemula. Asalkan, beberapa tips ini diperhatikan.
ADA salah satu teknik perawatan tanaman yang sering kali terlupakan. Itu adalah repotting atau memindahkan tanaman dari satu tempat ke tempat lain. Teknik tersebut acap kali dianggap rumit, padahal terbilang mudah dilakukan seorang diri sekalipun.
Lalu, kapan tanaman dapat di-repotting? Seorang penghobi tanaman asal Surabaya, Fathiyah Amieni, berbagi tips kepada Jawa Pos saat berkunjung ke greenhouse-nya Rabu (23/8). Menurut dia, repotting tak perlu sering dilakukan dan cukup setiap enam bulan. ”Supaya tanaman tidak stres dan bisa bertumbuh lebih baik,” terang dia.
Ada beberapa ciri tanaman perlu mendapatkan repotting. Di antaranya, warna daun yang menguning, akar tanaman muncul ke luar pot, dan ukuran anakan atau tunas yang lebih kecil ketimbang lainnya. Penyebabnya, media tanam sudah kurang layak sehingga nutrisi yang ada tak mampu memenuhi kebutuhan tanaman. ”Jika ada daun yang layu, lebih baik daun itu dipotong dulu supaya nutrisinya untuk daun baru,” tutur perempuan 53 tahun tersebut.
Repotting perlu dilakukan agar tanaman tumbuh dan berkembang dengan baik.
Menurut dia, repotting tak selalu harus membesarkan ukuran pot jika penghobi lebih senang dengan ukuran tanaman yang telah ada. Misal, kaktus Gymno hingga sansevieria yang sering kali digunakan sebagai penghias dalam ruangan. Namun, jika ingin tanaman bertumbuh, pot lebih besar dapat digunakan. ”Lubang drainase pot juga harus diperhatikan. Jangan sampai air menggenang di media tanam,” jelas Mimien, sapaan Fathiyah Amieni.
Lantas, bagaimana tahapan repotting yang benar? Dia mengategorikan ke sejumlah tahap dari sebelum hingga sesudah proses. Pertama, harus menyiapkan media tanam yang tepat dan disarankan media tanam campuran. Sebab, tanaman tak menyukai media yang terlalu padat. ”Bisa pakai campuran pumice, pasir malang, batu apung, dan kelenteng,” papar dia.
Kedua, membongkar media tanam lama dan membersihkan akar. Langkah itu harus dilakukan berhati-hati. Jangan sampai akarnya patah. Cukup dibersihkan dengan kuas atau tangan secara perlahan. Serta, mengurangi risiko hewan-hewan kecil atau cacing ikut pindah ke media baru. Dengan begitu, jangan menyiram media tanam lama saat hendak di-repotting. ”Supaya lebih mudah karena sudah gembur, tidak padat,” kata alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia, Surabaya, tersebut.
JUGA PANGKAS DAUN: Fathiyah Amieni melakukan repotting pada salah satu tanaman koleksinya. Repotting perlu dilakukan agar tanaman tumbuh dan berkembang dengan baik.
Ketiga, pindahkan tanaman ke media tanam baru. Lalu, isi media tanam secara perlahan sembari mengetuk pinggiran pot. Tujuannya, mengisi ruang dalam pot lebih sempurna, tetapi tak terlalu keras. Dia pun tak menyarankan menekan-nekan media tanam dari bagian atas. Setelahnya, letakkan tanaman di tempat teduh selama dua hari untuk penyesuaian. ”Bisa langsung disiram dan kena matahari pagi setelah semua tahapan tuntas,” ujarnya.
Mimien mengungkapkan, repotting juga bisa dilakukan dengan memotong bagian tanaman seperti batang. Namun, yang harus diperhatikan adalah merawat luka tanaman itu lebih dulu dengan menggunakan fungisida. Fungsinya, luka tanaman itu tak mengakibatkan kebusukan. Teknik repotting dapat dilakukan kapan saja asalkan tanaman tersebut tak dimaksudkan untuk disilangkan, terutama saat berbunga.
Repotting perlu dilakukan agar tanaman tumbuh dan berkembang dengan baik.
Jangan buang media tanam lama begitu saja karena masih bisa digunakan ulang. Caranya, dicampur dengan Furadan dan kapur agar hewan kecil pergi. Lalu, biarkan sebulan sembari dijemur dan siap dipakai lagi. ”Daripada tidak terpakai,” katanya. (dho/c14/ai)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
