Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Juli 2021 | 19.48 WIB

Bersihkan Karang Gigi Supaya Anabul Tak Berisiko Kekurangan Nutrisi

DEMI SEHAT: Dokter hewan Candra Lupita Sari melakukan pembersihan karang gigi si anabul. Sebagai pencegahan, tindakan itu dilakukan jika plak pada anabul dirasa telah menumpuk. (Klinik Hewan Habitat Satwa for Jawa Pos) - Image

DEMI SEHAT: Dokter hewan Candra Lupita Sari melakukan pembersihan karang gigi si anabul. Sebagai pencegahan, tindakan itu dilakukan jika plak pada anabul dirasa telah menumpuk. (Klinik Hewan Habitat Satwa for Jawa Pos)

Pembersihan karang gigi bukan hanya untuk manusia. Anabul juga membutuhkannya untuk menghindari sejumlah penyakit pada gigi. Hal-hal terkait dengan perawatan gigi tersebut dijelaskan drh Candra Lupita Sari.

---

CANDRA menyatakan bahwa karang gigi terbentuk karena plak yang menumpuk pada gigi anabul. Yakni, akumulasi dari air liur partikel makanan dan bakteri yang menempel pada gigi. Letaknya di dekat dan di bawah garis gusi. Karenanya, pembersihan karang gigi atau scaling diperlukan.

Kebutuhan scaling berbeda-beda. Bisa sebagai pencegahan maupun pengobatan. Sebagai pencegahan, tindakan itu dilakukan jika plak pada anabul dirasa telah menumpuk. Sementara itu, untuk pengobatan, pembersihan karang gigi dilakukan jika anabul divonis menderita penyakit gigi. Misalnya, infeksi gusi atau periodontitis dan peradangan gigi atau gingivitis.

Gejala penyakit tersebut bermacam-macam. Mulai gusi bengkak, seriawan, hingga tidak nafsu makan. Jika dibiarkan berlarut, anabul akan kekurangan nutrisi. ”Itu akan menimbulkan sejumlah penyakit lainnya,” kata dokter hewan yang bertugas di Klinik Hewan Habitat Satwa Surabaya itu.

Pembiaran terhadap gejala awal tersebut juga berisiko tinggi. Sebab, plak yang menumpuk berisiko masuk ke pembuluh darah. Hal itu bisa mengakibatkan penyakit ginjal dan jantung pada anabul. Jika muncul gejala-gejala tersebut, baiknya anabul dibawa ke dokter hewan untuk perawatan.

Sebelum melakukan scaling, anabul dianjurkan untuk berpuasa selama enam hingga delapan jam. Lantas, dokter hewan akan memeriksa anabul. Untuk memastikan bahwa anabul sehat dan siap untuk diberi tindakan. ”Saat di-scaling, anabul akan diberi anestesi agar tenang,” ujar Candra.

Baca Juga: Sempat Kehilangan Kesadaran dan Mimpi Organ Tubuh Diambil

Menurut dia, penyebab utama karang gigi atau plak pada anabul adalah pemberian makanan. Misalnya, terlalu sering memberi makanan basah atau wet food. Serta, pemberian makanan mentah atau raw food yang tidak bersih. Pemberian raw food yang terlalu sering juga memicu munculnya karang gigi. Sebab, di dalamnya terdapat bakteri yang bisa mengakibatkan infeksi.

”Karenanya, harus jaga pola makan,” imbuhnya.

TIPS KURANGI KARANG GIGI

- Jangan terlalu sering memberi wet food dan raw food pada anabul.

- Wet food mudah memicu timbulnya plak pada gigi.

- Raw food berisiko bakteri.

PROSEDUR SCALING

- Sebelum perawatan, anabul dianjurkan untuk berpuasa selama enam hingga delapan jam.

- Dokter akan memastikan anabul sehat dan siap untuk diberi tindakan.

- Pemberian anestesi bertujuan agar anabul tenang.

- Pembersihan karang gigi dimulai.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore