
DEMI SEHAT: Dokter hewan Candra Lupita Sari melakukan pembersihan karang gigi si anabul. Sebagai pencegahan, tindakan itu dilakukan jika plak pada anabul dirasa telah menumpuk. (Klinik Hewan Habitat Satwa for Jawa Pos)
Pembersihan karang gigi bukan hanya untuk manusia. Anabul juga membutuhkannya untuk menghindari sejumlah penyakit pada gigi. Hal-hal terkait dengan perawatan gigi tersebut dijelaskan drh Candra Lupita Sari.
---
CANDRA menyatakan bahwa karang gigi terbentuk karena plak yang menumpuk pada gigi anabul. Yakni, akumulasi dari air liur partikel makanan dan bakteri yang menempel pada gigi. Letaknya di dekat dan di bawah garis gusi. Karenanya, pembersihan karang gigi atau scaling diperlukan.
Kebutuhan scaling berbeda-beda. Bisa sebagai pencegahan maupun pengobatan. Sebagai pencegahan, tindakan itu dilakukan jika plak pada anabul dirasa telah menumpuk. Sementara itu, untuk pengobatan, pembersihan karang gigi dilakukan jika anabul divonis menderita penyakit gigi. Misalnya, infeksi gusi atau periodontitis dan peradangan gigi atau gingivitis.
Gejala penyakit tersebut bermacam-macam. Mulai gusi bengkak, seriawan, hingga tidak nafsu makan. Jika dibiarkan berlarut, anabul akan kekurangan nutrisi. ”Itu akan menimbulkan sejumlah penyakit lainnya,” kata dokter hewan yang bertugas di Klinik Hewan Habitat Satwa Surabaya itu.
Pembiaran terhadap gejala awal tersebut juga berisiko tinggi. Sebab, plak yang menumpuk berisiko masuk ke pembuluh darah. Hal itu bisa mengakibatkan penyakit ginjal dan jantung pada anabul. Jika muncul gejala-gejala tersebut, baiknya anabul dibawa ke dokter hewan untuk perawatan.
Sebelum melakukan scaling, anabul dianjurkan untuk berpuasa selama enam hingga delapan jam. Lantas, dokter hewan akan memeriksa anabul. Untuk memastikan bahwa anabul sehat dan siap untuk diberi tindakan. ”Saat di-scaling, anabul akan diberi anestesi agar tenang,” ujar Candra.
Baca Juga: Sempat Kehilangan Kesadaran dan Mimpi Organ Tubuh Diambil
Menurut dia, penyebab utama karang gigi atau plak pada anabul adalah pemberian makanan. Misalnya, terlalu sering memberi makanan basah atau wet food. Serta, pemberian makanan mentah atau raw food yang tidak bersih. Pemberian raw food yang terlalu sering juga memicu munculnya karang gigi. Sebab, di dalamnya terdapat bakteri yang bisa mengakibatkan infeksi.
”Karenanya, harus jaga pola makan,” imbuhnya.
TIPS KURANGI KARANG GIGI
- Jangan terlalu sering memberi wet food dan raw food pada anabul.
- Wet food mudah memicu timbulnya plak pada gigi.
- Raw food berisiko bakteri.
PROSEDUR SCALING
- Sebelum perawatan, anabul dianjurkan untuk berpuasa selama enam hingga delapan jam.
- Dokter akan memastikan anabul sehat dan siap untuk diberi tindakan.
- Pemberian anestesi bertujuan agar anabul tenang.
- Pembersihan karang gigi dimulai.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
