Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 November 2020 | 01.48 WIB

Menurunkan Risiko Kehilangan Kucing Kesayangan karena FPV

PENCEGAHAN: Dokter Hewan Nadhor Nainggolan menginjeksi anak bulu dengan vaksin. Pemberian vaksin mengurangi kemungkinan anak bulu terkena virus. (NADHOR NAINGGOLAN FOR JAWA POS) - Image

PENCEGAHAN: Dokter Hewan Nadhor Nainggolan menginjeksi anak bulu dengan vaksin. Pemberian vaksin mengurangi kemungkinan anak bulu terkena virus. (NADHOR NAINGGOLAN FOR JAWA POS)

Salah satu penyakit yang kerap menyerang kucing disebabkan oleh Feline panleukopenia virus (FPV) atau feline parvovirus.

---

VIRUS tersebut sangat menular dan mematikan. Kucing berusia di atas satu tahun bisa terinfeksi virus itu. Namun, penyakit tersebut bisa dicegah dengan melakukan vaksinasi rutin dan menjaga kebersihan kucing.

Drh Nadhor Nainggolan menjelaskan FPV lebih lanjut. Menurut dia, virus tersebut ditularkan melalui jalur fekal-oral. Di mana virus masuk ke mulut melalui benda, makanan, atau minuman yang sudah terkontaminasi tinja kucing penderita FPV. Virus juga berpotensi masuk saat kucing melakukan tindakan bersih diri atau self grooming.

Target utama FPV adalah saluran usus, sumsum tulang, dan sel limfatik kucing.

Ada sejumlah gejala saat kucing terserang virus tersebut. Misalnya, lemas, diare berdarah, dan mual/muntah. Dalam beberapa kasus, kucing bisa mati dalam beberapa jam setelah terinfeksi virus itu tanpa tanda-tanda sebelumnya. Kasus seperti itu sering terjadi pada anakan kucing.

Jika sudah menunjukkan gejala-gejala tersebut, ada beberapa perawatan yang disarankan berdasar tingkat keparahan. Pada kasus yang parah, infus dan antibiotik bisa diberikan segera. Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) bisa diberikan untuk meringankan gejala demam.

Sementara itu, gejala mual/muntah diatasi dengan injeksi antiemetik. Pemberian makanan melalui slang juga bisa dilakukan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi. Perjalanan penyakit biasanya memakan waktu 5 sampai 7 hari sampai imun tubuh merespons. Sebagian kucing mati sebelum itu dan sebagian lainnya sembuh tanpa gejala sisa lebih lanjut.

”Yang penting segera ke dokter hewan untuk penanganannya,” ujar pemilik ELiM Veterinary Care itu. Menurut dia, virus tersebut tergolong mematikan, khususnya bagi kucing yang berusia tua. Sebab, tidak ada obat yang mampu membunuh virus. Dengan demikian, perawatan intensif sangat penting untuk mendukung kesehatan kucing. Namun, virus itu bisa dicegah dengan vaksinasi.

Nadhor merekomendasikan setidaknya tiga dosis vaksin FPV pada anak kucing. Yakni, usia 8, 12, dan 16–20 minggu. Vaksinasi ulang bisa dilakukan kapan saja dari usia 26 hingga 52 minggu. Pengecualian untuk kucing yang tinggal di lingkungan yang berisiko tinggi. Misalnya, tempat penampungan kucing/shelter, kucing jalanan/tanpa pemilik, dan anak kucing. Mereka harus divaksinasi setidaknya sejak usia 6 minggu.


Tindakan pencegahan lainnya adalah menjaga lingkungan sekitar kucing tetap bersih dan steril. Karena penularan virus melalui banyak cara tidak langsung. Misalnya, melalui sepatu, keranjang kucing, dan lain-lain. ”Akan lebih baik jika tempatnya didesinfeksi rutin,” imbuh alumnus Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga itu.

Salah satu pawrent Yeremia Halim mengaku bahwa kucing-kucingnya mendapat vaksinasi FPV rutin. Sebab, dia memahami bahaya penyakit mematikan itu. Selain vaksin, ada beberapa hal yang rutin dia lakukan demi kucing-kucingnya terhindar dari virus.

Contohnya, pemeriksaan kesehatan rutin, menjaga sirkulasi udara di ruangan kucing tetap bagus, dan sterilisasi ruangan kucing dengan cairan khusus.

”Tentunya harus aman dan food grade untuk kucing,” kata pemilik Jerehui Cattery itu. Dia juga memberikan air purifier di ruangan kucing untuk menjaga udara bebas dari virus.

Selain vaksin FPV, Yeremia memberikan vaksin feline rhinotracheitis, calici, dan chlamydia psittaci pada kucing-kucingnya. Dia pun berharap akan lebih banyak vaksin kucing yang masuk ke Indonesia seperti FIV dan FeLV yang masih terjangkau hanya di Eropa.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=AlGtEtbhXEg

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore