alexametrics

Tip Merawat Kucing Pejantan yang Siap Kawin

Gizi Tinggi Protein, Rajin Bersihkan Kandang
22 November 2020, 17:48:15 WIB

Memelihara kucing pejantan dengan berahi tinggi sempat bikin Sisca Putri Purnamasari pusing. Zuma, kucing jenis persia miliknya, suka sekali spraying di berbagai tempat.

’’SOFA-SOFA rumah jadi korban. Akhirnya aku bawa ke dokter, kenapa kok bisa kayak gitu,’’ ucapnya mengenai kebiasaan Zuma spraying. Ternyata Zuma sudah menginjak usia dewasa dan siap kawin.

Setelah itu, Zuma dikenalkan ke beberapa betina. ’’Lumayan banyak yang ngelamar karena suka sama hidung khas persianya ini,’’ kata Sisca. Kucing jantan mulai bisa dikawinkan saat sudah cukup umur. Sisca mengawinkan Zuma saat ia mencapai umur 2,5 tahun. Pada usia tersebut, kucing sudah masuk masa dewasa.

Secara umum, gizi pejantan siap kawin tak banyak berbeda. Tak ada aturan pakem harus seperti apa. ’’Makanan itu juga cocok-cocokan dengan kucingnya,’’ ucap Sisca. Memang ada beberapa gizi yang pasti tak boleh luput dikonsumsi. Misalnya, protein, lemak, karbohidrat, dan vitamin.

Protein yang dibutuhkan pejantan cukup tinggi. Protein membantu pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Fisik si kucing sangat bergantung pada protein yang diterima. Badan kukuh dan bulu bagus bergantung pada cukup tidaknya protein yang diterima. Kucing jantan yang siap kawin justru cenderung memiliki bulu yang lebih mengilap daripada biasanya. ’’Jadi, beda antara kucing betina berahi, bulunya malah jelek. Kalau jantan, makin bagus. Mungkin biar menarik betina ya,’’ jawab Sisca, kemudian terkekeh.

Untuk asupan lain, pemilik juga perlu membaca kandungan pakan. ’’Sedangkan kebutuhan lemaknya rendah saja,’’ ujar drh Tantri Dyah Whidi Palupi. Seperti manusia, kucing juga punya risiko obesitas. Menjaga kadar lemak rendah pada pejantan bisa menjaga kesehatannya dari penyakit internal. Berbeda dengan kebutuhan karbohidrat. Tantri menyarankan karbohidrat level sedang saja. Kegiatan pejantan yang aktif pasti butuh asupan karbohidrat.

Secara umum, pakan yang dijual di pasaran sudah memenuhi kebutuhan tersebut. Asal pemilik juga membaca betul bahan dan daftar gizi di bungkus pakan. ’’Jadi, cari yang labelnya lengkap supaya kita tahu takarannya juga,’’ tambah perempuan asal Madiun itu. Kadang, ada pakan yang asupan vitaminnya kurang lengkap. Kalau begini, tak masalah pemilik memberikan asupan vitamin tambahan dalam bentuk lain.

Bentuk pakan sebenarnya tak berpengaruh banyak. Baik basah maupun kering. Hal tersebut lebih bergantung pada kebiasaan pemilik dan kucing. ’’Memang kalau pakan basah, kadang lebih sedikit. Jadi, porsinya lebih banyak,’’ jelas Tantri.

Terkait dengan pakan, Sisca pernah mencoba beberapa merek untuk memenuhi kebutuhan pejantan. Selain melihat gizi, Sisca memperhatikan kecocokannya dengan metabolisme kucing. ’’Makanan mahal itu belum tentu cocok sama semua kucing lho. Ada juga yang malah bikin bulunya rontok. Jadi, tiap kucing bisa beda reaksi,’’ tuturnya.

Kebersihan pejantan yang siap kawin juga perlu dijaga. Apalagi kucing berbulu panjang seperti Zuma. Sisca mengatakan, dirinya termasuk pemilik kucing yang rajin memandikan anbulnya. ’’Biasanya orang-orang itu satu bulan sekali. Kalau aku, dua minggu sekali. Karena biar bulunya nggak lepek,’’ ujar Sisca. Selama kucing punya badan sehat, frekuensi mandi bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

BIAR DOI JADI PEJANTAN TANGGUH…

  • Beri nutrisi tinggi protein dan rendah lemak
  • Jaga nutrisi karbohidrat sedang, terlalu banyak bisa berisiko obesitas
  • Pastikan pakan mengandung vitamin
  • Jaga kebersihan kandang supaya terhindari dari infeksi dan jamur
  • Grooming bisa dilakukan sekali tiap 2 minggu–1 bulan

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : dya/c19/tia



Close Ads