
LATIHAN KESEIMBANGAN: Untuk bisa melaju dengan in-line skate, kuasai teknik dasar. Yakni, cara maju, berbelok, dan mengerem. (Robertus Risky/Jawa Pos)
Sejumlah remaja dan anak-anak tampak asyik berlatih in-line skate pekan lalu. Mereka adalah anggota komunitas Rollerblade Surabaya City (RSC) In-line Academy. Meskipun, anggota yang berkumpul tidak sebanyak sebelum pandemi.
---
Alain Jason Widjanarko, misalnya. Remaja 15 tahun itu mengenal in-line skate sejak kelas V SD. ”Dulu cuma ikut-ikutan soalnya lagi booming. Eh kok keterusan jadi hobi. Terus, makin ke sini makin tertarik dan banyak ikut event in-line skate berseri,” ceritanya.
Jason –sapaannya– kerap memenangkan lomba di event in-line skate kategori Freestyle dan Speed Slalom. Dia pun mendapat beasiswa jalur prestasi untuk masuk ke SMA-nya yang sekarang. Pelajar kelas X SMA itu punya cita-cita baru. ”Nantinya pengin punya klub sendiri dan juga jadi pelatih,” terangnya saat dijumpai di Mal Grand City, Surabaya.
Cita-cita baru juga dimiliki Abu Nawas. Bocah 11 tahun itu ingin bisa menjadi atlet di masa depan. Abu bercerita bahwa dirinya mulai belajar olahraga in-line skate sejak umur enam tahun. ”Jadi punya banyak teman. Sering ikut lomba-lomba dan rasanya menyenangkan,” tuturnya saat ditemui di sela-sela latihan.
Alair Jesselyn pun tak mau kalah dengan dua temannya yang masuk bersamaan dengan dirinya di akademi tersebut. Perempuan 11 tahun itu mengaku tidak pernah takut bersaing kecepatan dengan mereka. ”Aku malah senang waktu harus melaju cepat di speed slalom. Rasanya menantang,” ungkap Jesselyn.
Olahraga in-line skate punya beragam manfaat untuk tubuh. Hal itu dijelaskan Rico, owner Rollerblade Indonesia. ”Selain melatih keseimbangan, ini bagus buat kardio,” tuturnya. Dia menambahkan, ada survei yang menyebutkan bahwa olahraga tersebut punya persentase yang sangat rendah untuk cedera.
”Mungkin kalau belum coba, kelihatannya susah dan takut jatuh. Padahal, kalau sepatu yang dipakai sudah standar dan semua latihan basic sudah dikuasai, nggak bakal jatuh,” tuturnya. Efek buruk ke tubuh pun hampir tidak ada. Berbeda dengan beberapa olahraga yang bertumpu pada kekuatan lutut.
Rico menuturkan, hal awal sebelum berjalan dengan sepatu roda adalah melatih keseimbangan. Jalan di tempat di atas karpet menjadi salah satu tip. Setelah sudah bisa seimbang, baru belajar jatuh dengan cara pegangan pada lutut. Setelah itu, dilanjutkan dengan belajar bangun. Kalau sudah menguasai itu, baru bisa keluar karpet dan mulai berlatih jalan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022