Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 September 2020 | 20.48 WIB

Aji Santoso dan Ketertarikannya Merawat Burung Bakalan hingga Jadi

Aji Santoso, pelatih Persebaya mempersiapkan papan strategi pertandingan sebelum sesi latihan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, kemarin (4/3). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos - Image

Aji Santoso, pelatih Persebaya mempersiapkan papan strategi pertandingan sebelum sesi latihan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, kemarin (4/3). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos

Aji Santoso tidak hanya jatuh cinta pada sepak bola. Ternyata pelatih Persebaya Surabaya itu juga dikenal sebagai pencinta burung berkicau. Dia rela merawat burung bakalan hingga jadi. Menghargai proses.
---

Aji Santoso tumbuh dan besar di Kepanjen, Kabupaten Malang. Di situlah, dia mulai mengenal beragam jenis burung berkicau. Maklum, saat itu tidak sedikit keluarga maupun tetangga yang mengoleksi burung berkicau.

Suara kicauan burung yang merdu membuat Aji kecil kepincut. ”Malah keterusan sampai saya jadi pemain sepak bola,” katanya kepada Jawa Pos.

Selama menjadi pesepak bola, Aji sering berkeliling. Di mana pun klub yang dibelanya, Aji selalu datang ke pasar burung. Temasuk saat membela Persebaya Surabaya periode 1995–1999. ”Saking seringnya ke pasar burung, saya tahu mana burung bakalan (masih muda, Red) yang bagus,” ujarnya.

Pelatih 50 tahun itu memang doyan mencari burung bakalan untuk dilatih sampai menjadi top. Demi mencari burung bakalan, dia kadang sampai turun tangan. Maklum, Aji tahu betul ciri burung bakalan yang berkualitas. Pertama, burung sudah rajin berkicau meski masih muda. ”Terus, suaranya merdu. Itu pasti bakalan yang bagus,” jelasnya.

Lalu, bakalan terus berkicau meski disandingkan dengan burung yang sudah jadi. ”Artinya, bakalan itu punya mental yang kuat. Ia tetap berkicau meski ada banyak suara lain. Itu ciri bakalan bagus,” terang bapak lima anak tersebut.

Nah, Aji pernah mendapat bakalan yang sangat bagus. Jenisnya murai batu. Di pasaran, harganya mencapai Rp 800 ribu–Rp 1 juta. Bakalan itu kemudian dia rawat. Dia sandingkan dengan cucak cungkok yang sudah jadi. Tujuannya, bakalan bisa meniru gaya kicau cucak cungkok. Usaha itu membuahkan hasil. Dalam waktu 18 bulan, murai batu sudah jadi master. Burung itu lantas ditawar. ”Lumayan, bisa laku Rp 50 juta. Ya, anggap saja iseng-iseng berhadiah,” tutur mantan pelatih Persela Lamongan tersebut, lantas terkekeh.

Photo

PANDAI MENIRU: Cucak cungkok bisa menjadi master bagi murai batu. (Darmono/Jawa Pos Radar Malang)

Bagi Aji, mencari bakalan itu tidak jauh beda dengan berburu pemain muda berkualitas. Sebagai pelatih, Aji memang sering mengorbitkan pemain muda. Cara mencari pemain berkualitas juga nyaris sama dengan burung berkicau. ”Kalau burung itu punya kicauan bagus, pemain punya skill mumpuni dan berani bertarung dengan pemain yang lebih senior,” terang pelatih kelahiran 6 April 1970 tersebut.

Terbukti, beberapa pemain muda berkualitas lahir dari hasil temuan Aji. Salah satunya adalah Saddil Ramdani. Sebelum diboyong ke Persela Lamongan pada 2016, Saddil hanyalah pemain klub amatir. Karena tahu Saddil punya kualitas dan keberanian, Aji merekrutnya di Persela. Terbukti, Saddil menjadi salah satu pilar di timnas, baik di U-23 maupun senior.


Terbaru, bek Persebaya Koko Ari Araya. Aji adalah pelatih yang memberikan kepercayaan kepada bek 20 tahun tersebut untuk melakoni debut musim lalu. Musim ini Koko malah selalu menjadi pilihan utama di posisi bek kanan. Dia pun masuk skuad timnas asuhan Shin Tae-yong. ”Sama dengan burung, kalau dasarnya (pemain, Red) sudah bagus, tinggal bagaimana kita memolesnya,” tutur kapten Persebaya saat juara Liga Indonesia musim 1996–1997 tersebut.

Meski begitu, Aji tidak selalu berburu burung bakalan. Ada kalanya dia membeli burung yang sudah jadi. Filosofinya sama dengan sepak bola. Pelatih juga butuh pemain yang sudah jadi dan siap diandalkan. Hanya, sebagai pencinta burung, Aji jarang mengikuti lomba. ”Nggak pernah (ikut lomba). Wong tidak ada waktu. Seringnya di lapangan memimpin latihan,” ucapnya.

Padahal, saat ini Aji memiliki setidaknya 15 burung berkicau yang sudah jadi. Mulai murai batu, cucak cungkok, hingga jalak suren.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=u8JaD2Me-IE

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore