
Aji Santoso, pelatih Persebaya mempersiapkan papan strategi pertandingan sebelum sesi latihan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, kemarin (4/3). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos
Aji Santoso tidak hanya jatuh cinta pada sepak bola. Ternyata pelatih Persebaya Surabaya itu juga dikenal sebagai pencinta burung berkicau. Dia rela merawat burung bakalan hingga jadi. Menghargai proses.
---
Aji Santoso tumbuh dan besar di Kepanjen, Kabupaten Malang. Di situlah, dia mulai mengenal beragam jenis burung berkicau. Maklum, saat itu tidak sedikit keluarga maupun tetangga yang mengoleksi burung berkicau.
Suara kicauan burung yang merdu membuat Aji kecil kepincut. ”Malah keterusan sampai saya jadi pemain sepak bola,” katanya kepada Jawa Pos.
Selama menjadi pesepak bola, Aji sering berkeliling. Di mana pun klub yang dibelanya, Aji selalu datang ke pasar burung. Temasuk saat membela Persebaya Surabaya periode 1995–1999. ”Saking seringnya ke pasar burung, saya tahu mana burung bakalan (masih muda, Red) yang bagus,” ujarnya.
Pelatih 50 tahun itu memang doyan mencari burung bakalan untuk dilatih sampai menjadi top. Demi mencari burung bakalan, dia kadang sampai turun tangan. Maklum, Aji tahu betul ciri burung bakalan yang berkualitas. Pertama, burung sudah rajin berkicau meski masih muda. ”Terus, suaranya merdu. Itu pasti bakalan yang bagus,” jelasnya.
Lalu, bakalan terus berkicau meski disandingkan dengan burung yang sudah jadi. ”Artinya, bakalan itu punya mental yang kuat. Ia tetap berkicau meski ada banyak suara lain. Itu ciri bakalan bagus,” terang bapak lima anak tersebut.
Nah, Aji pernah mendapat bakalan yang sangat bagus. Jenisnya murai batu. Di pasaran, harganya mencapai Rp 800 ribu–Rp 1 juta. Bakalan itu kemudian dia rawat. Dia sandingkan dengan cucak cungkok yang sudah jadi. Tujuannya, bakalan bisa meniru gaya kicau cucak cungkok. Usaha itu membuahkan hasil. Dalam waktu 18 bulan, murai batu sudah jadi master. Burung itu lantas ditawar. ”Lumayan, bisa laku Rp 50 juta. Ya, anggap saja iseng-iseng berhadiah,” tutur mantan pelatih Persela Lamongan tersebut, lantas terkekeh.
Photo
PANDAI MENIRU: Cucak cungkok bisa menjadi master bagi murai batu. (Darmono/Jawa Pos Radar Malang)
Bagi Aji, mencari bakalan itu tidak jauh beda dengan berburu pemain muda berkualitas. Sebagai pelatih, Aji memang sering mengorbitkan pemain muda. Cara mencari pemain berkualitas juga nyaris sama dengan burung berkicau. ”Kalau burung itu punya kicauan bagus, pemain punya skill mumpuni dan berani bertarung dengan pemain yang lebih senior,” terang pelatih kelahiran 6 April 1970 tersebut.
Terbukti, beberapa pemain muda berkualitas lahir dari hasil temuan Aji. Salah satunya adalah Saddil Ramdani. Sebelum diboyong ke Persela Lamongan pada 2016, Saddil hanyalah pemain klub amatir. Karena tahu Saddil punya kualitas dan keberanian, Aji merekrutnya di Persela. Terbukti, Saddil menjadi salah satu pilar di timnas, baik di U-23 maupun senior.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
