alexametrics

American Silkie, Unggas Menggemaskan dari Negeri Paman Sam

Semakin Lebat Bulunya, Semakin Mahal
20 September 2020, 17:17:03 WIB

Tidak banyak orang yang mengetahui American silkie. Berbentuk ayam, tetapi berbulu halus dan lebat layaknya kucing peranakan mahal, unggas itu dengan cepat menarik perhatian. Di Indonesia, tidak banyak yang membudidayakannya. Salah satunya, Muhammad Ridwan Sonny Putera Radji.

Berawal tiga tahun lalu. Ketika itu Sonny mengimpor 50 telur ayam dari Thailand dan Turki. ”Tak perlu jauh-jauh ambil dari AS. Turki dan Thailand sudah bisa membudidayakannya,” katanya.

Untuk menetaskannya, dia menggunakan mesin penetas yang lazim dipakai para peternak. Namun, karena baru kali pertama, hanya 30 persen telur yang berhasil menetas. Dia pun belajar serta mengimpor lagi hingga lebih banyak telur yang menetas. Akhirnya, Sonny memiliki peternakan ayam imut tersebut.

Dia pun membesarkan sendiri di kandang kecil di rumahnya di Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, Sidoarjo. Bukan di kandang luas, bukan di halaman luas. Hanya di lantai 3 di rumahnya. Sonny membuat tempat khusus untuk ayamnya. Hanya di ruangan berukuran 4 x 5 meter.

Selanjutnya, dia membuat indukan dari telur yang menetas pertama. Anakannya dibesarkan, lalu dijual. Indukannya dia pelihara. ”Sudah dijual ke mana-mana karena sangat banyak yang minat. Orang sini mau mencari juga susah,” ujar Sonny.

Harga jualnya berbeda-beda sesuai dengan karakteristik ayam. Misalnya, ayam umur 1 bulan yang bulunya biasa dijual di kisaran Rp 1,5 juta. Namun, harga ayam super yang memiliki bulu lebat dan halus seperti kapas serta posturnya bulat dan gagah bisa mencapai Rp 10 juta. Sebab, itulah ciri khas fisik American silkie. ”Ciri American silkie, bulunya mirip kucing persia gitu, lebat, halus, dan hampir menutupi semua badannya, termasuk kaki dan matanya,” jelasnya.

Selain itu, kepalanya jenong dan berjambul. Ada benjolan di kepalanya mirip ikan louhan. ”Yang banyak diminati saat ini yang jenis kecil, mirip ayam kate,” ungkapnya. Ukurannya seperti ayam potong. ”Kalau yang American silkie biasa, besarnya seayam jago,” lanjutnya.

Harga American silkie yang lebih kecil juga lebih mahal. Meski, tidak banyak bedanya. Harganya juga bergantung dari bulu dan posturnya.

Di tempat Sonny, ayamnya diberi warna. Mirip ayam-ayam kecil yang dijual di sekolah-sekolah. Pewarnaannya mirip ayam kecil itu. Pakai pewarna makanan. Bisa tahan tidak luntur sampai setahun. ”Karena lebih menarik kalau ada warnanya. Bahkan, ibu-ibu suka yang warna pink,” terang pria kelahiran Sidoarjo, 12 Juli 1965, tersebut.

Yang unik dan beda dengan ayam lain, American silkie lebih jinak. Sonny mencoba membuktikannya. Ayamnya diletakkan di pojok rumahnya. Dibiarkan lama, ayam itu tidak pindah. Tidak lari-lari. Salah satu alasannya, matanya tertutup bulu. ”Kuthuk, tapi dia juga mengenali pemiliknya lho,” ucapnya.

Ada ekspresi sedikit berontak kalau orang lain yang pegang. Namun, American silkie tetap lebih jinak daripada ayam biasa. Ayam itu tidak bisa dilatih seperti anjing.

Selain unik, banyak peminat ayam tersebut karena perawatannya tidak terlalu sulit. Makanannya sama dengan ayam biasanya. Hanya, dibutuhkan perhatian khusus. Sedikit manja. Suka perhatian. ”Suka dimandiin, di-hair dryer, dielus-elus,” papar Sonny.

Namun, itu bukan yang utama. Yang utama, tempatnya harus bersih. Termasuk tempat makan dan minumnya. ”Ia juga lebih suka berada di indoor daripada outdoor,” kata Sonny.

ALTERNATIF PELIHARAAN: Sonny menunjukkan dua ayam American silkie budi dayanya. (Alfian Rizal/Jawa Pos)

Tak heran, kandang di tempat Sonny berada di dalam rumah. Sebab, American silkie sedikit sensitif. Kalau kena angin dan panas luar ruangan yang lama, ia gampang flu. Namun, saat berada di indoor, ayam itu juga butuh panas dan dijemur. ”Ia suka tempat yang lebih hangat. Karena itu, biasanya saya pasang lampu untuk penghangat,” terangnya.

Selain hobi beternak ayam, pria yang sehari-hari bekerja di dinas kepemudaan, olahraga, dan pariwisata itu ingin meramaikan komunitas pencinta ayam dari luar negeri. Sebab, banyak pencintanya. Namun, mencari ayamnya masih sangat susah. Istri-istri pejabat kepolisian juga berminat membeli American silkie. Bahkan, mereka datang jauh-jauh dari luar kota. Sebab, masih sedikit orang yang beternak ayam menggemaskan tersebut. ”Makanya, saya tetaskan sendiri biar orang tidak repot-repot impor,” katanya.

Saat ini ada sekitar 50 ekor ayam American silkie di rumahnya. Selain itu, ada puluhan telur yang tengah ditetaskan. Tidak puas dengan American silkie biasa, Sonny mencoba bereksperimen. Dia silangkan ayam walik (bulunya terbalik) dengan ayam jenis bantam chocin. Hasil peranakannya dia silangkan dengan American silkie. ”Jadinya ayam silkie walik. Itu jauh lebih mahal,” tandasnya.

SEKILAS AMERICAN SILKIE

  • Seluruh tubuhnya tertutup bulu halus mirip kapas. Termasuk mata hingga kakinya.
  • Dibutuhkan perhatian lebih. Sering dimandikan dan suka dimandiin, beda dengan ayam lain.
  • Jantan lebih besar dan ada pial-nya.
  • Masa hidup sepuluh tahun sama dengan ayam biasa.
  • Paling cantik saat usia 7 sampai 8 bulan. Berkilau.
  • Bulu jantan lebih panjang.
  • Pur atau makanannya disesuaikan dengan usianya. Ayam yang kecil makan Pur 511. Untuk yang bertelur pakai crumble.
  • Suka juga makanan jagung yang digiling.
  • Berkokok mirip ayam lainnya.
  • Lebih pasif.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : uzi/c14/ano




Close Ads