
BERAGAM: Beberapa jenis tarantula di miniatur habitatnya. (Robertus Risky/Jawa Pos)
Mendengar kata tarantula, bisa jadi kita langsung membayangkan makhluk seram berkaki delapan yang berbulu dengan gigitan mematikan. Gambaran yang tidak sepenuhnya keliru, kecuali pada gigitan yang mematikan.
---
’’Venom (bisa, Red) tarantula tidak sampai mematikan. Berbeda dengan laba-laba,” kata Kevin, kolektor tarantula di Surabaya, ketika ditemui pada Rabu (9/9). Kevin yang ditemani Esther dan Nia menunjukkan beberapa koleksinya kepada koran ini. Ketiganya juga tercatat sebagai anggota komunitas East Java Tarantula Keepers.
Jenis tarantula yang dimiliki ketiganya pun berbeda-beda. Yang perlu diketahui, kata Kevin, tarantula tergolong pet display. Artinya, hanya bersifat pajangan. Bukan binatang peliharaan seperti kucing atau anjing. Yang bisa sering dipegang hingga dilatih.
Binatang yang termasuk ke dalam famili Theraphosidae itu hanya bisa merasakan getaran. Kevin menuturkan, penglihatan tarantula sangat buruk. Tarantula tidak dapat melihat atau tahu pemilik.
’’Ngelihat makanannya juga nggak bisa,” tuturnya.
Lantas, apa yang akan terjadi jika tarantula sering dipegang? Tarantula berpotensi stres. Ketika stres, pemilik tarantula harus peka. Beri ruang sendiri untuk tarantula. Jangan diganggu. Misalnya, menyentuh anggota badan tarantula dengan pinset.
Salah satu ciri tarantula yang stres adalah enggan makan. Jangankan mengunyah, menyentuh saja mereka tak ingin. Makanan tarantula simpel. Hanya serangga.
Kevin mengatakan, selain mogok makan, ketika stres tarantula hanya meringkuk. Diam di satu titik. ’’Nggak pindah-pindah,” tambah pria 24 tahun itu.
Berdasar persebarannya, tarantula dibagi menjadi dua. Yaitu, tarantula dunia lama dan dunia baru (old world dan new world). Dunia lama berasal dari Asia, Eropa, Afrika, dan Australia. Sementara itu, yang jenis dunia baru berasal dari Amerika Utara, Tengah, dan Selatan.
Ketika merasa terancam, dua jenis tarantula tersebut menunjukkan reaksi yang berbeda. Tarantula old world akan strike pose. Lalu, yang new world menebarkan urticating hair pada abdomennya. Musuh bakal terasa gatal saat terkena urticating hair.
Selain dari persebaran, tarantula dibagi menjadi tiga sesuai gaya hidupnya. Pertama, tarantula arboreal yang hidup di pohon dan tempat tinggi dari tanah. Kedua, tarantula terestrial yang hidup di permukaan tanah dan bisa juga di bawah kayu atau bebatuan. Terakhir, tarantula burrower yang hidupnya di dalam tanah.
’’Burrower bisa juga menggali terowongan dan jarang muncul ke permukaan,” jelas Kevin.
Photo
PENUH SAYANG: Kevin, Esther, dan Nia dari East Java Tarantula Keepers menunjukkan tarantula grammostola rosea. (Robertus Risky/Jawa Pos)
Sementara itu, Esther menilai, mengoleksi tarantula sebetulnya tidak rumit. Dia menyebutkan, tarantula tak membutuhkan high maintenance. ’’Makan seminggu sekali. Dikasih minum biasa,” tuturnya.
Serabut kelapa yang dijadikan alas di dalam boks untuk tarantula tidak perlu sering diganti. Tetapi, dengan catatan, serabut kelapa tak bau. ’’Aku saja ini sudah tiga tahunan kayaknya nggak ganti karena memang nggak bau. Beneran,” ucapnya.
Untuk urusan makanan, Esther selalu memberikan jangkrik. Dia tidak pernah memilih jenis makanan lain untuk tarantulanya. ’’Tikus, misalnya. Takutnya, bakal bau di boks. Terus ada pembusukan di dalam boks juga,” imbuh dara 25 tahun itu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
