
KENA ANGIN TAK MASALAH: Dengan posisi pot terbalik, Samuel Hendyanto biasa menyiram rumpai rawatannya sehari sekali. Di antaranya, Huperzia nummulariifolia, Hperzia phlemaria, Aeschynanthus radicans, Psilotum nudum, Huperzia carinata, dan Huperzia squarro
Tanaman gantung bukan hanya jenggot musa atau lee kwan yew. Ada pula rumpai Huperzia, tanaman berdaun hijau segar dengan bentuk unik. Pas untuk lahan mungil maupun pekebun pemula.
---
RUMPAI tumbuh bak air terjun di kebun Samuel Hendyanto. Daun-daun hijau beragam bentuk –dari yang menyerupai duri hingga rantai sepeda– menjuntai segar. Sam, sapaan Samuel, menuturkan bahwa merawat rumpai tak terlalu rumit. Syarat tumbuhnya mudah. Di alam, di hutan hujan tropis, tanaman tersebut hidup menumpang di pohon-pohon.
”Ia butuh kelembapan tinggi. Jadi, media tanamnya harus sangat porous. Saya pakai Spaghnum moss atau lumut, tanpa campuran lain,” kata Sam. Dia menjelaskan, penanaman tumbuhan gantung berbeda dengan tanaman tanah. Nyaris mirip dengan anggrek. Pemilik Sam’s Plant itu menceritakan, urutan penanaman dibalik. Dasar pot dilubangi lebih dulu. Tanaman lalu diletakkan terbalik dengan akar di bagian atas, kemudian diisi media tanam.
Karena tak menggunakan tanah, bobot pot relatif ringan. ”Kalau kena angin, nggak masalah. Tinggal balikin pot ke pengaitnya saja dan pastikan medianya nggak kurang,” tegasnya. Angin tak terlalu mengganggu pertumbuhan tanaman. Sam menjelaskan, media tanam tidak bisa ditambah pemberat karena bisa mengganggu perakaran.
Dengan posisi terbalik, penyiraman cukup dilakukan sekali sehari. Setelah disiram, air ”turun” dari metan ke bagian daun. Untuk mengunci kelembapan, rumpai perlu mendapat naungan seperti paranet atau pohon rindang yang lebih tinggi.
Mahasiswa UK Petra, Surabaya, itu menjelaskan, selama empat komponen utama –media tanam, air, penghawaan, dan cahaya matahari– terpenuhi, rumpai bakal tumbuh subur. Tambahan nutrisi bisa diberikan lewat pupuk. Sam menyarankan pemakaian pupuk cair berupa serum. ”Lebih praktis dan simpel,” paparnya.
Dia menyatakan, genus Huperzia terbilang slow growing. Harus sabar. Meski relatif mudah dirawat, pertumbuhannya lamban seperti tak terlihat. Berbeda dengan tanaman tanah, rumpai jarang menampakkan tunas baru. Sam menceritakan, untuk mencapai panjang beberapa sentimeter saja, dibutuhkan waktu mingguan, bahkan bulanan. Karena itu, Sam jarang ”memecah” atau memisahkan anakan rumpai.
”Kalau menunggu tanaman balik rimbun, lama. Indukannya harus benar-benar besar agar nggak terasa kosong saat dipisah anakannya,” paparnya. Penghobi tanaman itu menjelaskan, rumpai juga bisa ditanam dalam ruangan. Dengan syarat, ruangan memiliki sirkulasi udara dan cahaya alami yang baik. Agar tanaman tetap segar, Sam menyarankan tanaman diletakkan bergilir di dalam dan luar ruangan.
Rumpai Huperzia juga terbilang bandel. Menurut pengalamannya, dengan perawatan dasar yang baik, hampir tak ada hama yang menyerang. Sam menjelaskan, rumpai terbilang tricky. Walau bandel dan tahan hama, dibutuhkan perawatan ekstra agar tumbuh optimal. ”Tapi, ada jenis rumpai seperti Huperzia phlegmaria yang gampang banget tumbuh dengan perawatan minimal,” imbuhnya.
Photo
KENA ANGIN TAK MASALAH: Dengan posisi pot terbalik, Samuel Hendyanto biasa menyiram rumpai rawatannya sehari sekali. Di antaranya, Huperzia nummulariifolia, Hperzia phlemaria, Aeschynanthus radicans, Psilotum nudum, Huperzia carinata, dan Huperzia squarrosa. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
