alexametrics

Ayo Membiakkan Caladium dengan Teknik Sungkup

Senantiasa Jaga Kelembapan Media Tanam
11 Januari 2021, 09:14:00 WIB

Tren tanaman hias terus berkembang. Saat ini Caladium atau keladi sedang naik daun. Daya pikat tanaman yang juga dikenal dengan sebutan angel wings itu terletak pada kelir daunnya.

APRIANDO dan Riani sudah lama menanam tanaman hias di teras rumah mereka. Pasangan yang tinggal di Klaster Gading Salak Residence, Tangerang Selatan, Banten, itu kemudian mendalami budi daya tanaman hias. Khususnya Caladium.

Bahkan, sejak November tahun lalu, mereka mulai memasarkan Caladium dan tanaman hias lainnya. Media promosi yang digunakan adalah Instagram. Pengiriman tanaman hias paling jauh sampai saat ini adalah ke Makassar, Sulawesi Selatan.

Saat ditemui di rumah pada Kamis (7/1), Apriando menunjukkan semua koleksi Caladium-nya. Pria 42 tahun itu saat ini memiliki tujuh jenis Caladium. Yakni, Snow White atau sering disebut keladi tisu. Kemudian, ada keladi Baret, keladi Wayang, keladi Infinity, dan keladi Keris. Apriando juga memiliki keladi Corong, Pink Brush, Lance Whorton, dan Ace of Heart. ’’Saya dan istri sudah lama mengoleksi tanaman hias. Kira-kira sejak lima tahun lalu,’’ katanya.

DISUKA IBU-IBU: Warna Caladium baret dan keladi Ace of Heart mencolok. Keladi tersebut juga populer di kalangan penghobi. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

Belakangan, di tengah pandemi Covid-19 dan pambatasan aktivitas di luar rumah, Apriando mulai berjualan tanaman hias. Khususnya Caladium. Sampai saat ini, dia sudah menjual lebih dari 30 tanaman.

Pria yang sebelumnya bekerja di bidang event itu semula hanya memiliki Caladium Snow White. Sampai akhirnya, kini jenis tanaman Caladium-nya sudah beragam. Menurut Apriando, perawatan Caladium tidak terlalu susah. ’’Yang penting, perlu banyak sinar matahari,’’ jelasnya.

Jika penjemuran kurang lama, batangnya menjadi panjang dan daunnya kecil. Kondisi itu tentu tidak menguntungkan. Sebab, Caladium dinikmati dari keindahan daunnya.

Setelah beberapa bulan berbisnis tanaman hias, Apriando dan Riani mencoba mengembangbiakkan sendiri. Mereka menggunakan teknis sungkup. Teknik tersebut cukup sederhana. Mudah dilakukan oleh para pemula.

Pengembangbiakan Caladium dengan teknik sungkup dimulai dengan memilih bonggol tanaman yang bagus. Lalu, bonggol tersebut dibersihkan dan dirajang. Setelah dikeringkan sebentar, bonggol itu kemudian ditanam.

Baca juga: Para Penghobi Memburu Tanaman Karnivora hingga Pegunungan

Sesuai namanya, teknik tersebut dilakukan dengan menutup pot tempat menanam bonggol yang sudah dirajang. ’’Ditutup dengan plastik untuk menjaga kelembapan,’’ paparnya.

JARANG ADA: Caladium Lanco Whorton cukup sulit dicari di pasaran. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

Bagian bawahnya juga diberi tempat air untuk menjaga kelembapan. Sementara itu, media tanam yang digunakan, antara lain, sekam, daun bambu kering, dan lumut. Supaya bonggol bisa tumbuh dengan baik, tidak boleh terlalu banyak air yang menggenang di media tanam. Tetapi, juga harus tetap lembap. Setelah dua pekan, biasanya tunas mulai muncul.Apriando mengaku sudah terbiasa mengembangbiakkan Caladium dengan teknik sungkup. Awalnya, memang agak sulit merawat Caladium. Tanamannya kerap mati atau cepat layu. Supaya tanaman Caladium-nya bagus, daun yang layu atau hampir mati harus segera dipotong. Dengan begitu, aliran nutrisi bisa berfokus ke bakal daun yang masih kuncup atau pupus.

Saat ini harga Caladium bervariasi. Mulai Rp 10 ribu bahkan sampai Rp 1 juta. Saat ini Apriando berfokus ke jenis-jenis Caladium dengan harga terjangkau. Misalnya, untuk Caladium Baret yang paling banyak diburu pelanggan, dibanderol Rp 100 ribu–Rp 300 ribu.

Koleksi Caladium yang dia buru saat ini adalah Cat Tumpah dan Dark Chocolate. Selain itu, Apriando belum sreg membudidayakannya karena harganya terlalu tinggi. Saat ini rata-rata harga Caladium Cat Tumpah Rp 600 ribu. Itu untuk ukuran kecil. Jika sudah cukup besar, harganya bisa jutaan rupiah. Begitu pula dengan Caladium Dark Chocolate.


TIP PENGEMBANGBIAKAN TEKNIK SUNGKUP

  • Pilih bonggol yang berukuran besar.
  • Bersihkan dari bagian tanah yang menempel, lalu keringkan.
  • Setelah itu, dicacah atau dipotong-potong.
  • Cara menanamnya, bagian kulit bonggol menghadap ke atas.
  • Pot tempat menanam bonggol ditutup plastik dan di bawahnya diberi tatakan air.

Sumber: Apriando, pendiri Puunan Ijo

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : wan/c18/git


Close Ads