
Photo
JawaPos.com - Pesatnya pertumbuhan minat E-Sports dan ekosistemnya di tanah air mulai menunjukkan hasil. Hal itu ditunjukkan dengan mulai banyak tim-tim E-Sport lokal yang muncul menjadi jawara di berbagai kejuaraan E-Sports baik level nasional hingga internasional.
Terbaru, satu lagi tim E-Sports tanah air siap kembali mengibarkan Merah Putih di kancah dunia. Tim E-Sports tersebut adalah Bigetron Red Aliens (RA) yang siap menuju kejuaraan PUBG Mobile kelas dunia dalam waktu dekat.
Sebelumnya, Bigetron RA telah melalui sejumlah tahapan untuk bisa menjadi wakil Indonesia di turnamen E-Sports PUBG Mobile dunia. Mereka telah melalui sengitnya turnamen PUBG MOBILE Pro League (PMPL) SEA Finals Season 2 yang mempertandingkan 16 tim terbaik di Asia Tenggara.
Kemenangan yang kembali membanggakan Indonesia #IndoPride lewat cabang E-Sports ini, sekaligus membuka pintu tim Bigetron ke tingkat yang lebih tinggi lagi yaitu dunia. Di turnamen PUBG Mobile Global Championship Season Zero (PMGC Season Zero), yang mempertandingkan tim-tim E-Sports dari seluruh belahan dunia Bigetron akan berlaga menghadapi tim-tim kelas berat dari banyak negara seperti tim asal Turki, Amerika Serikat (AS), Brasil, Korea Selatan, Jepang dan masih banyak lagi.
Menanggapi turnamen dan kemenangan di PMPL SEA Finals Season 2 tersebut, salah satu personil Bigetron, Made Bagus "Luxxy" Prabaswara menyampaikan, pihaknya dan tim akan berusaha keras agar bisa keluar sebagai jawara dan kembali membuat bangga Indonesia. Melalui jumpa pers virtual pada Selasa (3/11), hadir juga anggota tim Bigetron lainnya, antara lain Muhammad “Ryzen” Albi dan Nizar "Microboy" Lugatio Pratama.
“Dikarenakan pandemi, turnamen ini dilaksanakan dalam format online namun tetap berlangsung dengan meriah karena disiarkan secara online dengan teknologi baru dan ada juga bintang tamu spesial hingga virtual MC," ungkap Made Bagus alias Luxxy.
Bersamaan dengan pengumuman dimulainya era baru PUBG Mobile, beyond A.C.E. beberapa waktu yang lalu, PUBG Mobile sekaligus telah resmi mengumumkan penyelenggaraan PMGC Season Zero, yang merupakan kompetisi E-Sports terbesar dunia, pada bulan November - Desember 2020 mendatang.
Di kompetisi tersebut, Indonesia akan diwakili oleh 2 tim, yaitu Bigetron dan Aerowolf Limax, yang di PMPL SEA Finals Season 2 kemarin menempati posisi kedua. Ketika ditanya tentang persiapan menghadapi tantangan dan targetnya di panggung bergengsi tersebut, Made Bagus menjelaskan, saat ini timnya akan mulai fokus berlatih dan menganalisa strategi dari semua tim-tim yang akan ikut dalam kompetisi PMGC Season Zero tersebut.
"Kami akan fokus mendalami seperti area looting mereka, jalur rotasi, hingga kemampuan setiap player yang akan menjadi musuh kami nanti, sehingga pada saat kompetisi berlangsung, kami sudah siap untuk menghadapi mereka. Target kami, pastinya menjadi juara dan kembali membawa harum nama Indonesia di kancah dunia," lanjutnya.
Di kesempatan yang sama, pemain BTR lainnya yang hadir di acara konferensi pers virtual tersebut mengungkapkan berbagai hal yang berhubungan dengan karir mereka menjadi seorang pro player, mulai dari suka duka berkarir di usia muda, pandangan orang tua mereka terhadap dunia Espoyrts serta harapan mereka untuk masa depan dunia E-Sports Indonesia itu sendiri.
Muhammad “Ryzen” Albi, yang baru saja mendapatkan predikat sebagai “Terminator” pada kompetisi PUBG MOBILE Pro League South East Asia FInal 2020 Season 2 lalu karena berhasil mendapatkan kill terbanyak, mengungkapkan, dunia E-Sports memang masih baru di Indonesia dan masih banyak orang tua yang tidak tahu tentang karir di dunia ini.
Menurutnya, ada kekhawatiran dari pihak orang tua bahwa menjadi pro player, mereka harus meninggalkan pendidikan, namun kenyataannya tidak. "Kami tetap mementingkan pendidikan. Awalnya orang tua memang menolak, tetapi kami beruntung memiliki manajemen yang membantu menyakinkan para orang tua tentang dunia E-Sports dan Alhamdulillah mereka mengerti dan kini mereka mendukung 100 persen apa yang kami lakukan," beber Albi.
Industri E-Sport di dunia, termasuk Indonesia memang berkembang sangat pesat. Berbagai macam kompetisi atau turnamen, telah memberikan banyak manfaat, salah satunya yaitu dengan menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Dengan animo yang besar dari anak muda dan ekosistem yang telah terbentuk dari berbagai macam kompetisi dan kegiatan, melahirkan lebih banyak atlet E-Sports dari masa ke masa. Tak hanya menjadi atlet, pemain juga dapat berperan sebagai organizer, shoutcaster, konten kreator, dan berbagai profesi lain sesuai talenta.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
