Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Juni 2023 | 16.33 WIB

Mental Baja, Elly Miniarti Berlari 14 Km Dengan Kaki Berdarah di Boston Marathon

Elly Miniarti bersama Andrew Limanto (tengah) dan Handoko Utomo (kiri). - Image

Elly Miniarti bersama Andrew Limanto (tengah) dan Handoko Utomo (kiri).

JawaPos.com - Kemauan mengalahkan segalanya. Termasuk kesakitan berdarahpun kalah oleh kemauan. Lari sejauh 14 km dengan kondisi telapak kaki berdarah-darah dilakoni Elly Miniarti saat mengikuti Boston Marathon 2022.

Hampir sepuluh tahun, Elly menggeluti hobi lari. Pada 2014 diajak Chandra Putra Negara, sang adik lari di even Jakarta Marathon. Dan sejak itulah, Elly jatuh cinta pada olahraga ini.

Sepulang dari Jakarta itu, tiada hari tanpa berlari. Terus latihan demi mengikuti even-even. Bila ada informasi even lari, Elly mendaftar seperti Surabaya Marathon atau empat kali mengikuti Maybank Marathon di Bali pada 2016 hingga 2022.

Bahkan even trail run-pun diikutinya. “Saya sangat suka dengan gunung dan pantai. Keduanya memiliki keindahan sendiri. Buat saya trail run yang memadukan lari dengan gunung ini seperti dua kecintaan saya disatukan dalam satu acara,” tutur perempuan yang pernah ikut Rinjani Trail Run 2018 dan Banyuwangi Trail Run ini.

Jauh sebelum lari dan gunung, laut dan renang jadi hobi lamanya. Sejak kecil sudah tercatat sebagai anggota Perkumpulan Renang HIU Surabaya.

Tak sekedar renang, tetapi Elly serius di hobi ini hingga berulang kali menjuarai even lomba renang. Puncaknya adalah, dia mewakili Indonesia di Sea Games 1987 di Bangkok, Thailand di cabang olahraga renang kelas 100 m Freestyle dan relay.

Alhasil, Oceanman 2021, Bali Ocean Swim 2020 dan triathlon jadi langganan even yang dikuti. Sayang, Elly masih belum bisa bersepeda. Jadi saat mengikuti Ironman Bintan di tahun 2018, perempuan kelahiran Surabaya, 13 Februari ini harus mengikuti kelas relay Ironman.

“Saya ajak teman saya yang memang jago bersepeda. Jadi saya renang duluan lalu disambung sepeda oleh teman saya. Dan terakhir saya berlari,” tutur Elly bangga.

Nah, sejak tahun 2018, Elly mulai fokus mengejar medali 6 star World Major Marathon (WMM). “Kita harus mengikuti semua enam marathon di enam kota di dunia dan mengoleksi medalinya. Lalu terakhir baru bisa mendapatkan 6 star medal itu,” jelas lulusan arsitek dari Universitas Kristen Petra Surabaya.

Tiga diantaranya ada di Amerika Serikat. Di kota New York, Boston, dan Chicago. Ada satu di London, Inggris. Satu di Asia yakni di Tokyo, Jepang. Dan satu di Berlin, Jerman.

Pada 2018, Elly pertama kali mengikuti WMM. “Tidak sengaja waktu liburan mengunjungi adik mirip dengan waktu Chicago Marathon. Ya, saya coba-coba ikut even ini,” tukasnya.

“Itu pengalaman paling berharga untuk saya. Karena baru pertama kali mengikuti even lari kelas dunia. Segala persiapan latihan sudah matang. Euforianya yang sangat menakjubkan seolah menambah semangat berlari hingga finis,” cerita Elly yang menyelesaikan 42 km di Chicago dalam waktu 4 jam 44 menit 26 detik ini.

Seolah kecanduan, setelah mendapatkan satu medali WMM, Elly langsung berburu medali berikutnya. Dapatlah slot di New York Marathon pada 2019.

Kali ini tidak sendiri, dia berangkat bersama teman-temannya dari Surabaya. Elly berhasil menyelesaikan 42 km dalam waktu 4 jam 39 menit 38 detik dan mengoleksi dua medali WMM. Membuat dirinya kian bersemangat.

Boston Marathon 2022 yang diincar. “Saya mencoba mendaftarkan diri dan tidak terduga saya dapat slot Boston Marathon,” bangga lulusan SMA Katolik St. Louis Surabaya ini.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore