Steam Machine, console rumahan buatan Valve (Dok. Gamerant)
JawaPos.com - Dalam langkah yang tidak terduga, Valve, pencipta Steam Deck, baru saja mengumumkan Steam Machine baru, sebuah konsol rumahan yang dibangun di atas SteamOS.
Ini merupakan upaya kedua perusahaan game terkenal itu untuk menghadirkan platform permainan rumahan, setelah Steam Machine pertama diluncurkan pada 2015 dan gagal secara komersial.
Konsol tersebut sebagian besar dihapus dari toko Steam beberapa tahun kemudian, pada 2018. Kegagalan sebelumnya ini mungkin mengejutkan jika melihat kesuksesan besar Steam Deck, perangkat permainan portabel terobosan dari Valve.
Steam Deck (bersama model premiumnya, Steam OLED) dapat dianggap bertanggung jawab atas meledaknya tren handheld PC dalam beberapa tahun terakhir, sebuah tren perangkat keras yang bahkan mulai diikuti Microsoft melalui ROG Xbox Ally, perangkat genggam berlabel Xbox. Namun, Steam Machine menargetkan kategori perangkat keras yang jelas berbeda.
Spesifikasi Steam Machine
Valve menggambarkan Steam Machine ini sebagai "6× lebih bertenaga daripada Steam Deck," dengan spesifikasi perangkat keras yang memungkinkan dukungan permainan 4K pada 60 FPS serta ray tracing.
Arsitektur semi-kustom AMD-nya mendukung upscaling AMD FSR, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas grafis dan kinerja.
Steam Machine ini tidak akan menampilkan DLSS atau perangkat lunak upscaling lain, setidaknya untuk model ini.
Penjadwalan perangkat keras dinamis pada Steam Deck adalah salah satu keunggulannya, menyesuaikan VRAM minimum untuk kinerja dan penggunaan daya yang optimal pada berbagai game, sehingga akan menarik untuk melihat bagaimana spesifikasi ini didefinisikan dalam konteks manuver komputasi serupa pada Steam Machine.
Valve belum mengungkapkan berapa harga Steam Machine. Pendahulunya diberi harga secara dinamis, model dasar dijual seharga $499 (sekitar Rp 8,3 juta sebelum pajak), sedangkan versi yang lebih canggih dengan spesifikasi tinggi harganya bisa mencapai $6000 (sekitar Rp 100 juta sebelum pajak).
Saat ini ada dua varian Steam Machine yang direncanakan rilis versi 512 GB dan versi 2 TB, sehingga konsumen dapat mengharapkan adanya skema harga bertingkat kali ini juga.
Valve belum menetapkan tanggal rilis pasti, meskipun mengatakan perangkat keras akan dikirim pada "awal 2026." Konsol dapat dibeli secara terpisah, atau dalam satu paket dengan Steam Controller terbaru.
Industri video game telah berubah cukup besar sejak 2015, demikian pula Valve. Perusahaannya kini memiliki beberapa tahun keberhasilan pengiriman perangkat keras, yang diharapkan berujung pada pengalaman pengguna dan penjualan yang lebih baik.
Video game PC juga memiliki daya tarik yang jauh lebih luas saat ini dibandingkan pada 2010-an, berkat hadirnya banyak game indie yang semakin ambisius dan menggoda.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022