Lita Octavia merawat 30 anjing peliharaan di rumahnya. (Lailatul Fitriani/Jawa Pos)
JawaPos.com - Tinggal bersama satu atau dua anjing mungkin sudah cukup membuat rumah ramai. Tapi tidak bagi Lita Octavia Pranajaya. Perempuan domisili Malang itu justru hidup harmonis bersama 30 ekor anjing dari berbagai ras. Dari cihuahua, corgi, hingga bulldog. Alih-alih repot, mereka justru menjadi sumber kebahagiaan dan semangat hidup Lita setiap harinya.
Setiap pagi, Lita akan mengeluarkan semua anabulnya untuk berjemur. Ruangan dibersihkan, lalu mereka sarapan. Rutinitas itu dia lakukan setiap hari dengan bantuan keluarga. Namun, untuk pemberian obat, pakan, vitamin, hingga ke dokter Lita urus semuanya sendiri.
"Mandi juga kami mandikan sendiri. Kecuali yang bulunya tebal kayak poodle, corgi, kami panggil tukang grooming ke rumah," sambung Lita.
Dalam rumahnya, Lita membagi zona tinggal anjing sesuai karakter dan kebutuhan. Anjing yang bisa berbaur dengan baik digabungkan dalam satu area yang luas di dalam rumah. Di sampingnya, ada area khusus Corgi. Di kamarnya sendiri ada 7 ekor. Anjing english bulldog, labrador dan cihuahua punya zonanya sendiri.
"Ada area lagi untuk anjing-anjing yang kurang bisa berbaur seperti anjing rescue dan anjing jantan. Kebanyakan yang di rumah betina. Yang jantan dipisah supaya ngga kawin sembarang, meski beberapa sudah disteril," ungkap pet owner yang kerap membagikan keseharian anabulnya lewat Instagram @lita_chicorgi itu.
Kecintaan Lita pada anjing bermula sejak kecil. Rumahnya tak pernah sepi hewa peliharaan meski hanya satu. Di 2014, ia mulai memelihara cihuahua jantan di tengah rutinitas kerja dan kuliah yang padat. Anjing itu menjadi pelarian dari penatnya aktivitas harian.
Tak lama, ia mengadopsi cihuahua betina sebagai pasangan. Dari situlah semuanya bermula. Dari yang awalnya satu, jadi dua, terus beranak. Lama-lama dia pun ketagihan hingga jadi breeder resmi bahkan terdaftar di Perkin. Namun kini, ia sudah menghentikan praktik breeding seiring kesibukannya sebagai animal communicator dan usia anjing-anjingnya yang mulai menua.
"Dari sekian banyak anjing juga tidak semua saya ternakin karena memang ada yang saya pelihara karena sayang. Ada yang memang dari saya adopsi sampai tua emang ngga saya kawinkan," ungkap Lita.
Salah satu anjing yang paling dekat dengannya adalah Cherry, poodle pintar yang dia adopsi sejak usia tiga bulan. Kemanapun Lita pergi, Cherry ikut. Tidur pun di ranjang Lita. “Tadinya dia buat klien, tapi saya terlanjur sayang. Sekarang usianya 8 tahun, dan dia udah kayak anak saya sendiri. Tapi bagi saya semua anabul saya istimewa,” ungkap Lita sambil tersenyum.
Memelihara 30 anjing tentu bukan tanpa tantangan. Suka duka sudah banyak Lita lewati. Biaya pakan, perawatan kesehatan, hingga pengaturan ruang menjadi hal yang harus ia atur secara serius. “Dada ayam, sayur, vitamin, dry food—semua saya siapkan. Belum lagi panggil dokter untuk vaksin tahunan dan grooming. Emang harus siap. Siap biaya, waktu, mental, kasih sayang," bebernya.
Dia tidak menampik bila ada saja drama atau konflik antar anabulnya. Hal itu pula yang memotivasinya belajar menjadi animal communicator. Supaya bisa memahami dan menengahi anabulnya saat berantem.
"Ada 3 corgi saya yang selalu bertengkar. Setelah saya lakukan sesi komunikasi, saya cari jalan keluarnya, saya nasehtain mereka bisa akur lagi. Ada juga yang sakit udah sebulan, akhirnya saya coba ajak komunikasi ternyata dia ngga bisa minum obat kimia akhirnya saya coba pakai obat herbal dan akupuntur dan dia sehat lagi," ceritanya.
Di tengah kesibukannya sebagai animal communicator, Lita berusaha meluangkan waktu untuk 30 anabulnya tanpa membeda-bedakan perhatian. Semua anjing mendapat porsi makan, vitamin, serta kasih sayang yang adil. Anabul yang sudah tua rutin ia bawa ke dokter untuk menjaga sirkulasi darah dan kondisi kaki.
“Mereka bukan cuma peliharaan, tapi bagian dari hidup saya. Saya kerja keras supaya mereka bisa hidup senyaman mungkin,” ucapnya tegas.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
