Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 April 2025 | 17.31 WIB

Kisah Sukses Anggi Nindya Sari Kembangkan Sono Kaktus, Cuan Ratusan Juta Per Bulan berkat Suvenir Tanaman

BEST SELLER: Suvenir kaktus pesanan pelanggan. Anggi juga berjualan via marketplace untuk memperluas jangkauan pemasaran. (ANGGI NINDYA SARI UNTUK JAWA POS) - Image

BEST SELLER: Suvenir kaktus pesanan pelanggan. Anggi juga berjualan via marketplace untuk memperluas jangkauan pemasaran. (ANGGI NINDYA SARI UNTUK JAWA POS)

Tak ingin bisnis yang mainstream, Anggi Nindya Sari memanfaatkan kaktus menjadi suvenir pernikahan maupun acara lainnya. Meski sempat tak ada pesanan selama delapan bulan, kini bisnisnya menghasilkan omzet yang tidak sedikit.

’’PER bulan mencapai Rp 100 juta hingga Rp 150 juta. Jumlah ini tercapai setelah tujuh tahun menggeluti usaha ini,’’ kata Anggi Nindya Sari. Pemilik bisnis Sono Kaktus itu mengaku mengalami pasang surut usaha. Meski begitu, dia pantang menyerah. ’’Bisnis itu bukan soal apa yang unik, aneh, atau apa yang kita sukai. Tetapi apa yang dibutuhkan orang-orang. Yang penting mulai dulu, jeli melihat peluang, dan pastinya jangan pernah berhenti belajar. Sebab, ketika berhenti belajar, maka itu adalah akhir hidupmu,’’ tuturnya.

Mulanya, perempuan 27 tahun itu terpikir bahwa suvenir kaktus hanya untuk momen pernikahan. Ternyata, anggapan itu terhapus karena banjir pesanan di berbagai momen istimewa lainnya. Yakni, acara wisuda, sidang doktoral, acara duka cita, khitan, ulang tahun, open house, dan lainnya. ’’Kelebihan kami adalah tanaman yang unik dan personal. Suvenirnya hidup, long lasting, dan bermanfaat,’’ imbuhnya.

Event Wisuda Buka Peluang Usaha

Anggi bercerita bahwa bisnis suvenir kaktus ini dimulai pada 2018. Saat itu, dia masih kuliah di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Ia cukup jeli melihat peluang usaha saat kampusnya mengadakan acara wisuda. Pada event reguler itu, dia sering kali melihat berbagai penjual membuka lapak di dalam maupun luar kampus. ’’Lalu terpikir bahwa ada penjual yang menjual kaktus saat wisuda tahun sebelumnya. Akhirnya kami coba peluang itu,’’ jelas dia.

Meski terbilang iseng, Anggi tak setengah-setengah memulai usahanya. Pelan-pelan, ia melakukan riset, mulai mencari supplier kaktus hingga mempelajari cara pengemasan suvenir. Hingga saat momen wisuda kampus tiba, Anggi dan rekan membuka lapak pertamanya. ’’Event pertama alhamdulillah ramai. Lalu ada wisuda lagi, kami buka lapak untuk kedua kalinya. Baru di situ kami merasa, ’Oh, bisa nih potensial untuk usaha’,’’ jelas perempuan asal Bandung itu.

Klien Pertama setelah Delapan Bulan Jualan

Selain membuka lapak offline, Anggi sempat mencoba peruntungan melalui marketplace.

’’Sampai dapat klien pembeli itu butuh waktu sekitar delapan bulan. Karena kami organik jualannya. Pelan-pelan membenahi tampilan produk di Instagram maupun marketplace,’’ katanya. ’’Alhamdulillah membuahkan hasil, klien pertama pesan 600 pieces suvenir,’’ imbuhnya. (dee/ai)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore