
RAJIN PRUNING: Nofitasari bersama sebagian koleksi bugenvil saat dijumpai di Omah Kembang, kawasan Sidosermo, Surabaya, pada Jumat (23/8). (DIMAS MAULANA/JAWA POS)
Ragam warna cerah menjadi daya pikat bunga yang punya nama ilmiah Bougainvillea glabra ini. Beberapa variasi unik bugenvil bisa coba dikembangbiakkan di rumah. Misalnya, variegata Singapura hingga varian setek beragam warna dalam satu pot.
TIDAK sulit merawat bugenvil. Si cantik itu cukup bersahabat dengan teriknya matahari. Semakin panas, bugenvil makin sering bersemi. ’’Musim kemarau itu saat yang cocok buat menikmati kecantikan bunganya,” ucap Nofitasari, pembibit bugenvil. Penyiraman juga cukup dilakukan 1–2 hari sekali.
Bugenvil varian lokal sudah banyak dikenal. Warna putih, ungu, dan merah fanta adalah tiga varian yang paling banyak dijual. Vita, sapaan Nofitasari, menyatakan bahwa banyak pembibit yang mengawinsilangkan bugenvil. Alhasil, makin banyak variasi gradasi warna baru. Di antaranya, merah muda, ungu muda, hingga jingga. Varian bunga putih dan kuning kerap menjadi ”ibu” dalam perkawinan silang.
Bukan hanya versi lokal. Bugenvil asal Singapura kini juga banyak diincar. Warna bunga yang ditawarkan masih serupa. Namun, kekhasannya terlihat di bentuk tumbuh bunga. ’’Bunga versi Singapura ini lebih menumpuk. Jadi, seperti dalam satu ujung batang ada banyak bunga mekar,” jelasnya. Berbeda dengan bugenvil versi lokal yang lebih berjarak dan berkelopak lebih besar.
RAJIN PRUNING: Nofitasari mengembangbiakkan varian multiwarna dengan setek. (DIMAS MAULANA/JAWA POS)
Bugenvil versi Singapura juga menawarkan jenis daun variegata. ”Nggak semua variegata, tapi memang yang ini lebih banyak dicari,” jawab pemilik 0mah Kembang itu. Menurut Vita, jenis variegata lebih laku karena kecantikan corak daunnya. Tanpa bunga di musim hujan, bugenvil variegata menawarkan tampilan modern bagi taman di rumah. ”Jadi, tetap bisa dinikmati tanpa bunga. Nggak sekadar hijau,” tuturnya.
Secara perawatan, bugenvil Singapura sama dengan varian lokal. Harganya juga tak berbeda jauh. ”Perbedaan harga justru dipengaruhi bentuk batangnya,” jawab Vita. Pada tanaman yang rutin dipotong dan dirapikan, ukuran batang malah semakin besar. Hal itu mendongkrak harga penjualan tanaman.
Selain itu, peminat bugenvil mulai melirik tanaman multiwarna. Dalam satu pot, ada 4–6 warna bunga yang berbeda. Triknya, melakukan setek tanaman dari batang bugenvil berbeda warna. ’’Harganya bisa sampai Rp 350 ribu untuk multiwarna,” ucapnya. Saat bugenvil tumbuh bersamaan, pemilik bisa menikmati bunga merah fanta yang bersanding dekat dengan bunga putih, kuning, hingga ungu.
MERONA: Selain varian lokal, bugenvil Singapura banyak diincar. Ciri khasnya ada pada bentuk tumbuh bunga yang lebih menumpuk. (DIMAS MAULANA/JAWA POS)
Proses setek cukup tricky. ”Susah-susah gampang memang,” tutur perempuan yang telah berkecimpung di dunia flora sejak 2007 itu. Proses setek membutuhkan waktu hingga enam bulan lamanya. Sebulan pertama, batang bugenvil varian lain dilekatkan pada batang utama dalam kondisi yang teduh. ”Disungkup atau dibungkus ya, hindarkan dari terik matahari,” tuturnya.
Tanpa sungkup, proses setek cenderung lebih lama. Setelah satu bulan, biasanya tanaman sudah mulai tumbuh secara normal. Pemantauan selama tiga bulan dilakukan untuk memastikan penyatuan batang dan pertumbuhan mulus. ”Biasanya usia enam bulan, bunganya sudah muncul sesuai keinginan,” jawab perempuan yang berdomisili di Surabaya tersebut.
Baca Juga: Mengenal Kiwano, Melon ”Bertanduk” Asal Afrika: Buah Thanos yang Cocok Ditanam di Wilayah Panas
Vita menuturkan, pertumbuhan bugenvil cukup lambat. Pemilik harus sabar. Dia memberikan tips untuk rajin melakukan pruning atau pemangkasan selama musim hujan. Itu membantu menyiapkan bugenvil bersemi dengan menawan di musim kemarau. ”Biar makin banyak cabang batang yang berbunga, makin rimbun, dan indah dipandang,” ujarnya.
Jika ingin membawa bugenvil ke dalam ruangan, penting untuk memberikan asupan sinar matahari rutin. ”Tiga hari sekali harus dibiarkan di luar ruangan seharian,” tegasnya. Tujuannya, menjaga kesegaran daun dan berseminya bunga. Pemberian pupuk bisa dilakukan selama sepekan atau sebulan sekali. (dya/c12/nor)
