Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 April 2023, 17.02 WIB

Totalitas Rangga Yusuf Ngemong Anjing-Anjing Beragam Jenis, Gundukan Kain untuk Bayi-Bayi Vanilla

SUPERPAWRENT: Rangga memanggul Chloe.

Rangga Yusuf menjadikan pawrenting selangkah lebih maju. Tidak sekadar merawat dan mengasuh para momongan, hair stylist langganan selebriti itu juga bisa menjelma menjadi ”bidan” sekaligus. Bukan hanya satu kali dia membantu kelahiran normal anjing-anjing betinanya.

---

SAMA dengan manusia, anjing yang hendak melahirkan gelisah. Tanda-tanda itu ditangkap dengan baik oleh Rangga. Dia selalu sigap jika hari perkiraan lahir (HPL) momongannya sudah dekat. Rangga menyiapkan tempat khusus dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam persalinan. Yang paling penting, dia juga harus mempersiapkan mental dan fisiknya.

Misalnya, yang terjadi sekitar 11 pekan lalu saat membidani kelahiran anak-anak Chloe. Rangga menemani Dalmatian 2 tahun tersebut hingga larut malam. ”Itu berjam-jam. Dari anak pertama, kedua, ketiga, sampai ketujuh, proses nungguinnya beda-beda,” ungkapnya kepada Jawa Pos Jumat (7/4).

Begitu bayi ketujuh lahir dengan selamat, Rangga harus memastikan bahwa Chloe menyusui semua anaknya. Untungnya, naluri keibuan Chloe sangatlah kuat. Ia sangat protektif terhadap anak-anaknya.

Chloe juga terlihat sangat menikmati masa-masanya menyusui tujuh bayinya. ”Bener-bener disusuin. Aku cuma kayak jagain sehari-dua hari. Ternyata Chloe udah pinter,” papar Rangga.

Kendati demikian, satu di antara tujuh anak Chloe mati karena tiba-tiba sesak napas. Itu terjadi saat puppy tersebut berusia 2 pekan. Menurut Rangga, bayi-bayi anjing memang rentan. Jadi, pawrent dan induknya harus memberikan perhatian ekstra pada masa-masa rawan.

Sebelum membantu persalinan Chloe, Rangga pernah punya pengalaman seru dengan anjing pudelnya. Ketika itu persalinan direncanakan normal. Namun, ternyata setelah bayi pertama lahir, bayi berikutnya sungsang. Sempat panik, dia langsung ambil langkah tepat. Dibawanya sang pudel ke dokter hewan. ”Caesar akhirnya,” kata Rangga.

Sekitar dua tahun lalu, Rangga juga membawa Vanilla ke dokter hewan untuk melahirkan secara Caesar. French bulldog 5 tahun itu tidak melahirkan secara normal karena berisiko tinggi. Rangga mengungkapkan bahwa hidung Vanilla yang pesek bisa menghambat persalinan karena ketika mengejan dibutuhkan napas yang panjang. Khawatir Vanilla tidak bisa melakukannya, Rangga pun membawanya ke klinik.

”Sebenernya bisa normal, tapi kemungkinan bayinya hidup itu kecil. Nggak bisa semuanya hidup. Makanya Caesar biar ibu dan bayinya selamat,” jelas pria yang berulang tahun setiap 26 Desember tersebut.

Yang menarik, setelah membawa pulang Vanilla dan tujuh ekor bayinya, Rangga harus mempersiapkan tempat khusus. Induk dan bayi-bayinya dipisahkan. Selain itu, kriteria tempat tidur bayi-bayi Vanilla harus khusus. Karena memiliki dada yang lebar dan cenderung lurus, bayi-bayi itu tidak bisa diletakkan di permukaan yang rata. Harus ada gundukan-gundukan yang dibuat dari kain sebagai alas berbaring.

Vanilla (kiri) berpose bersama Chloe.

”Karena memang baru kali pertama punya anakan French bulldog dari lahir, jadi aku masih belajar. Sampai sekarang pun aku masih belajar, masih ngulik,” tuturnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore