
DAYA TARIK: Danar mengenakan jaket hijau kreasinya yang raib digondol maling akhir tahun lalu. Jaket itulah yang membuatnya dikenal Behrens.
Bagi pemiliknya, jam tangan atau arloji bukan sekadar penunjuk waktu. Aksesori penunjang penampilan itu juga punya nilai investasi. Karena itu, para kolektor begitu menyayangi koleksinya.
DANAR Widanarto mengoleksi arloji sejak usia 19 tahun. Semuanya bermula di Jerman. Ketika itu, dia mengamati teman-teman kuliahnya yang suka memakai arloji. Penasaran, lelaki asal Delanggu, Klaten, Jawa Tengah, itu lantas mencari tahu tentang arloji. ’’Lah, surprise kok jam tangan sampai segitu mahalnya,’’ ucapnya saat dihubungi Jawa Pos melalui panggilan video pekan lalu.
Sejak saat itu, Danar bertekad untuk mengoleksi arloji mahal. Koleksi pertamanya adalah Emporio Armani. Butuh proses panjang untuk mendapatkannya. Danar harus rutin menabung sebagian pendapatannya.
Seiring berjalannya waktu, kecintaan Danar pada arloji mewah meningkat. Dia beberapa kali menghadiri pameran arloji di Baselworld dan Watches and Wonders Geneva.
Pada 2019, Danar merajut 160 arloji ke jaket berwarna hijau miliknya. ’’Konsep itu terinspirasi dari penjual jam tangan di pantai-pantai Bali. Biasanya mereka jualan banyak jam tangan yang ditempel di baju atau jaketnya,’’ ungkapnya.
Jaket unik itu membuat Danar jadi pusat perhatian di sejumlah pameran arloji di Eropa pada 2022. Dengan kostum ala penjual arloji di Bali itu, dia mengunjungi setiap booth perusahaan arloji ternama dunia. Dia lantas membuat video untuk konten Instagram-nya di sana. Kala itu, para pengunjung dan staf menjulukinya Mr. Watches lantaran Danar terlihat seperti arloji berjalan.
Polah Danar itu rupanya mencuri perhatian Behrens. Staf pameran produsen arloji ternama itu merekam aktivitas Danar di pameran secara candid. ’’Pihak Behrens lewat media sosialnya mencari siapa orang yang memakai jaket hijau dengan ratusan arloji tersebut,’’ terang pemilik akun Chronondo di Instagram itu.
Danar merespons unggahan Behrens itu via direct message Instagram. Brand arloji asal Hongkong tersebut mengaku kagum pada Danar yang membuat konten medsos dengan dandanan nyentrik. Behrens menjadi lebih tertarik ketika tahu akun @Chronondo punya sekitar 120 ribu follower. ’’Mereka mengapresiasi konten yang saya buat saat berada di booth mereka. Dari situ, meski belum pernah ketemu dan hanya ngobrol lewat DM, disuruh milih jam tangan,’’ ucapnya.
KOLEKSI LANGKA: Danar mengenakan arloji Lang 1943 yang hanya diproduksi sebanyak 25 unit di dunia.
Danar terkejut sekaligus girang. Behrens Space Traveller Green seharga USD 2.138 atau sekitar Rp 34 juta pun menjadi pilihannya. Jam tangan berwarna hijau zamrud yang indah itu tidak terlalu mencolok dan bisa Danar pakai sehari-hari. Dia juga rajin membuat konten terkait arloji tersebut. Mulai dari menceritakan spesifikasi, daily use, hingga video dengan point of view (POV) menarik lainnya.
Kreativitas pria 41 tahun itu kembali berbuah manis. Behrens mengajaknya bertemu lagi pada 2023. Dalam pertemuan itu, mereka membahas konten-konten Danar yang dianggap mengangkat nama brand.
Saat itu Behrens berkolaborasi dengan Konstantin Chaykin meluncurkan produk baru. Yakni, edisi terbatas Behrens x Konstantin Chaykin BHR028T. Jumlahnya hanya 200 unit. Itu menjadi salah satu arloji eksklusif yang langka di pasaran. Harga jual perdananya senilai USD 9.200 atau Rp 147 juta.
Pada laman behrenswatches.com disebutkan bahwa arloji itu sudah sold out. Desainnya unik dan artistik, dengan efek visual seperti orang tertawa. Tampilan apik itu dipadukan dengan teknologi mekanik yang canggih. Tak heran, di secondary market, arloji yang tersedia dalam tiga warna itu dibanderol USD 13.750–USD 21 ribu atau senilai Rp 220 juta–Rp 330 juta.
’’Lebih mahal karena sudah tidak produksi. Dan sudah sold out. Dapatnya juga susah. Punya saya customized, ada tulisannya Mr. Watches. Jadi saya nggak beli, tapi dikasih. Ini saya simpan di safe box,’’ ungkap Danar.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
