
Teddy Tjioe_Imam Husein/jawa pos (3)
Sebagai ikan predator, carbo papua memang tak setenar arwana, peacock bass, atau oscar. Namun, ikan yang di Indonesia hanya bisa ditemui di perairan sungai Papua itu ternyata punya daya tarik luar biasa.
Aksen bunga yang merupakan corak khas di tubuhnya membuat carbo papua layak menjadi incaran para kolektor ikan predator. Sebab, ikan itu masih terbilang langka di pasaran.
…………………………………………………………………………………………………………………………………………...................................
TEDDY Tjioe, penghobi ikan sekaligus pemilik Aquaprofit, menjelaskan bahwa ikan carbo papua memiliki karakteristik wajah yang agresif. Sesuai tampangnya, perangai ikan dengan nama latin Hephaestus carbo itu juga agresif jika ditempatkan di dalam tank.
Kerap kali carbo ’’menjahili’’ ikan-ikan lain yang terlalu pasif. ”Carbo papua ini suka ngusirin ikan-ikan yang senang bersembunyi di bebatuan atau ranting di dalam tank,” terang Teddy.
Karena itu, ia cocok menjadi tankmate ikan-ikan yang terlalu pasif. Meski demikian, ia juga pas digabungkan dengan ikan yang sama-sama punya karakter agresif. ’’Seperti arwana dan Indonesian tigerfish,” ujar Teddy.
Carbo papua merupakan tipe perenang tengah dan perenang teritori. Pergerakan ikan itu tergolong gesit dan relatif berani meski didekati manusia.
Karena corak yang ada di tubuhnya mirip bunga, ikan tersebut juga punya nama lain datz kembang. Dalam beberapa artikel, ikan itu juga dinamai coal grunter.
Untuk warna dasarnya, carbo papua didominasi hitam. Di atas warna hitam tersebut, terdapat corak seperti kelopak bunga yang umumnya berwarna kekuningan. Mirip oscar.
”Marking di tubuhnya seperti ada kembang-kembangnya,” bebernya.
Photo
Carbo Papua memiliki marking mirip kembang di sekujur tubuhnya. (Imam Husein/Jawa Pos).
Merawat carbo papua, sambung Teddy, tidaklah sulit. Meski berstatus sebagai predator, ikan itu bukan tipe yang pilih-pilih pakan.
”Ia bisa makan semua, mulai ikan kecil, udang, sampai pakan biasa seperti pelet,” terang Teddy. Jenis-jenis pakan tersebut bisa digunakan selang-seling.
Selain itu, ikan carbo papua dikenal tidak rewel soal air. Menurut Teddy, ikan tersebut mampu bertahan hidup dalam kondisi air tank pada umumnya.
Air dengan filterisasi standar pun sudah cukup. Meski, tetap harus ada komitmen untuk penggantian air secara berkala.
”Carbo papua ini memang belum populer di kalangan penghobi ikan. Beberapa mungkin masih kurang referensi mengenai tankmate yang cocok untuk ikan ini. Namun, sebenarnya ikan ini sangat menarik untuk dikoleksi,” kata Teddy.
Memang, harganya tergolong mahal. Untuk ukuran sekitar 18 sentimeter, ikan itu di pasaran dibanderol Rp 800 ribu‒Rp 1 juta. Ikan carbo papua dapat tumbuh paling besar hanya sekitar 25‒30 sentimeter.
”Ikan ini merupakan ikan lokal, tapi cukup jarang ada orang yang mau menangkap. Karena itu, bisa dikatakan masih sangat jarang orang yang main carbo papua ini,” tuturnya. Di Indonesia, ikan tersebut memang hanya bisa ditemukan di Papua. Sedangkan di wilayah lain, coal grunter bisa ditemui di perairan timur laut Australia.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
