Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Desember 2023 | 16.01 WIB

Tugu Abel, Monumen Pilu Yang Menjadi Daya Tarik "Magisnya" Gunung Marapi bagi Pendaki

Tugu Abel di puncak Merpati, Gunung Mapari, Sumbar. Tugu ini untuk mengenang kematian seorang pendaki bernama Abel Tasman. - Image

Tugu Abel di puncak Merpati, Gunung Mapari, Sumbar. Tugu ini untuk mengenang kematian seorang pendaki bernama Abel Tasman.

JawaPos.com - Di puncak Gunung Marapi terdapat sebuah monumen yang disebut Tugu Abel. Tugu ini menjadi saksi kisah pilu seorang pendaki di Gunung Marapi pada 1992. Sesuai dengan namanya, nama tugu itu diambil seorang pendaki yang menjadi korban dari "magisnya" Gunung Marapi, yakni Abel Tasman.

Setelah era 1990-an para pendaki menjadikan Tugu Abel sebagai titik pencapaian untuk sampai ke gunung yang berada di Kabupaten Agam dan Tanah Datar itu.

Dikutip dari akun media sosial (medsos) X atau Twitter @mindaart, Tugu Abel berasal dari salah seorang pendaki bernama lengkap Abel Tasman. Tugu itu dibuat untuk mengenang kematian Abel Tasman di puncak Merpati di dekat kawah Gunung Marapi pada 5 Juli 1992, pukul 09.15 WIB.

Pada hari itu, para pendaki selalu menjadikan puncak Merpati target pendakian. Pagi itu cuaca cerah dan hangat mendukung itikad kuat para pendaki. Dari kesaksian sahabat Abel, yakni Rum, Pak Us, dan Erry incek, kala itu para pendaki termasuk Abel dan mereka tengah mengabadikan momen langka di puncak gunung dengan foto bersama.

Semula kondisi yang aman-aman saja, tiba-tiba berubah mencekam. Pada pendaki kala itu dikejutkan dengan suara dentuman dari arah kawah Gunung Marapi. Para pendaki yang menyadari bahwa gunung Marapi meletus, lantas mereka berhamburan berusaha menyelamatkan diri dan menuruni puncak merpati.

Erri Incek, sahabat Abel, melihat dengan jelas sebuah batu seukuran bola kaki menerpa samping kepala sahabatnya itu. Abel langsung tumbang di tempat. Sementara para pendaki lain belum memastikan kondisi Abel karena masih berusaha menyelamatkan diri. Abel pun tidak sempat dievakuasi kala itu karena situasi kondisi sangat tidak memungkinkan.

Diakui mereka, keadaan setelah itu benar-benar chaos. Hujan abu belerang mulai menyelimuti mereka dan para pendaki lainnya yang jumlahnya cukup banyak karena saat itu bebarengan dengan libur sekolah.

Letusan hebat gunung Marapi terdengar hingga ke bawah dan ke gunung Singgalang. Para pendaki di Gunung Singgalang pun turun.

Namun, sebagian dari pendaki gunung Singgalang yang kebanyakkan anggota Sekber di Sumbar, banting stir menuju Marapi untuk mulai membantu evakuasi para korban.

Para pendaki Marapi mulai dikumpulkan di Polsek Kotobaru setelah mereka berhasil turun dan dievakuasi. Mereka mendapat pertolongan medis. Saat pendaki sudah terkumpul, barulah disimpulkan bahwa ada satu korban yang tertinggal, yakni Abel.

Hari kedua setelah letusan Gunung Marapi, kondisi perlahan mulai membaik. Tim SAR beserta relawan pun melanjutkan pencarian dan berhasil mengevakuasi Abel.

Saat Tim SAR beserta relawan menemukan Abel dan kondisinya sudah tidak bernyawa. Menurut visum dokter, Abel tewas akibat hantaman benda keras berupa batu saat letusan.

Lokasi tempat ditemukannya Abel itu yang menginspirasi dibangunnya monumen Tugu Abel. Pembangunan tugu itu untuk mengenang Abel.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore