
TEMAN DI MEJA KERJA: Si mungil sukulen dalam pot beragam bentuk yang catchy. Elis menyarankan, sukulen yang ditempatkan di dalam ruangan tetap rutin dijemur agar tumbuh sehat. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)
Sukulen masih jadi favorit penyuka tanaman. Mungil dan pas diletakkan di dalam ruangan. Dengan perawatan yang baik (dan relatif mudah), sukulen bisa tumbuh sehat dan panjang umur.
---
MERAWAT sukulen itu gampang-gampang seru. Elisabeth Puspita menceritakan, tanaman dengan batang dan daun berdaging itu butuh lingkungan tumbuh yang stabil. Teduh, terlindung dari terpaan angin dan hujan. Jika itu tak terpenuhi, sukulen rentan sakit atau tumbuh tak normal.
Elis, sapaan Elisabeth, menjelaskan, ada banyak jenis sukulen populer di tanah air. Dia menyarankan kaktus, sansevieria, dan haworthia untuk penanam pemula. Ketiganya bandel. Mudah dirawat, mampu tumbuh di luar atau dalam rumah. ’’Bahkan, bisa besar atau keluar anakan. Semudah itu,” kata pemilik Cactelier tersebut.
Photo
TEMAN DI MEJA KERJA: Si mungil sukulen dalam pot beragam bentuk yang catchy. Elis menyarankan, sukulen yang ditempatkan di dalam ruangan tetap rutin dijemur agar tumbuh sehat. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)
Ada pula jenis yang menurutnya sulit. Dari koleksinya, ada echeveria. Tanaman dengan daun bertumpuk-tumpuk itu butuh pemantauan ekstra. ’’Endel, nggak bisa kena panas langsung, tapi kalau kurang paparan matahari, tumbuhnya memanjang,” lanjut Elis. Selain itu, ada elephant bush yang menyukai tempat tumbuh yang sejuk.
Syarat tumbuh sukulen –apa pun jenisnya– hampir mirip. Media tanam harus mampu menahan kelembapan tapi tak tergenang air. ’’Campurannya standar; pasir malang, tanah, dan sekam bakar. Ditambah pumice (batu apung) atau arang di dasar pot agar nggak terlalu menyimpan air,” paparnya. Atasnya ditutup batuan kecil supaya rapi, tak menyerpih ke luar pot.
Meski tergolong tanaman yang mampu ditanam indoor, kebutuhan cahaya matahari tetap perlu diperhatikan. Di rumahnya, sukulen diletakkan di halaman yang terpapar cahaya matahari. Bagian atasnya terlindung paranet. ”Kalau kepanasan gosong, tapi kalau kurang (paparan matahari) jadi jelek tumbuhnya,” lanjut Elis.
Baca juga: Huperzia, si Menjuntai yang Biasa Menumpang dan Butuh Naungan
Elis menyarankan, sukulen dalam ruangan tetap perlu rutin dijemur. Pot idealnya diletakkan di dekat jendela. ’’Di tempat ber-AC juga harus dicek,” kata perempuan yang juga desainer interior itu.
Photo
TEMAN DI MEJA KERJA: Si mungil sukulen dalam pot beragam bentuk yang catchy. Elis menyarankan, sukulen yang ditempatkan di dalam ruangan tetap rutin dijemur agar tumbuh sehat. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)
REPOTTING
IBARAT siput, sukulen yang tumbuh besar terkadang butuh ”rumah” yang lebih besar. Berikut petunjuk untuk repotting.
KAPAN HARUS REPOT?
Saat tanaman mulai besar, melebihi diameter pot. Atau, muncul banyak anakan.
MENGAPA HARUS REPOT?
Supaya tumbuhnya tetap sehat. Setelah dipindah pot, tanaman biasanya tumbuh lebih subur. Jika tetap di pot lama, tanaman awet ”kerdil”. Bila ada tunas baru, anakannya bakal berdesakan di pot.
Photo
TEMAN DI MEJA KERJA: Si mungil sukulen dalam pot beragam bentuk yang catchy. Elis menyarankan, sukulen yang ditempatkan di dalam ruangan tetap rutin dijemur agar tumbuh sehat. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)
APA SAJA YANG DIBUTUHKAN SAAT REPOT?
Media tanam campuran, pumice (atau arang), tanaman, batuan kecil
BAGAIMANA MELAKUKAN REPOT?
Angkat tanaman dari pot, namun tetap pertahankan tanah di sekitar akar.
Siapkan pot baru yang diameternya lebih besar. Isi dengan arang untuk menutup dasar pot.
Isi dengan separo media tanam, lalu masukkan tanaman.
Tutup dengan sisa media tanam. Padatkan, lalu tutup kembali dengan batuan kecil.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
