Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Oktober 2020 | 23.48 WIB

Tantangan Membuat Anis Merah Berkicau dan Teler: Kendalikan Berahi

PERLU TELATEN: Anis merah sangat sensitif. Salah perawatan sedikit saja, burung bisa stres. (Guslan Gumilang/Jawa Pos) - Image

PERLU TELATEN: Anis merah sangat sensitif. Salah perawatan sedikit saja, burung bisa stres. (Guslan Gumilang/Jawa Pos)

Selain pandai berkicau, anis merah bisa menari. Gayanya unik. Lehernya didoyongkan. Jika semakin ke bawah dan berputar, bisa dipastikan menjadi pemenang. Dengan syarat, durasi kicaunya lama dan nadanya nyaring.

---

Anis merah memang cukup unik. Burung yang memiliki nama latin Geokichla citrina itu memiliki 13 subspesies yang tersebar di beberapa negara. Mulai India, Tiongkok, hingga kawasan Asia Tenggara. Termasuk Indonesia.

Di Indonesia, populasi anis merah tersebar di beberapa wilayah. Jawa Barat, pegunungan Kalimantan Utara, Jawa, serta Bali. Tentu, dengan karakteristik yang berbeda-beda juga.

Namun, hal unik yang tak bisa dipisahkan adalah gayanya saat berkicau. Yakni, tarian khasnya. Lehernya mendoyong hingga berputar sampai ke bawah.

Pencinta kicau sering menyebut tarian anis merah dengan istilah teler. Makin terlihat teler, makin memesona. Namun jangan heran, untuk membuat anis merah seperti itu, tidaklah mudah. Pemilik pun diminta bersabar. Sebab, kadang burung hanya pandai berkicau, tetapi malas untuk menari atau teler. Atau, bisa sebaliknya. Itu semua ada penyebabnya.

Salah satunya, masalah berahi pada si burung. Tak jarang, saat di rumah performanya bagus. Namun, saat di gantangan tidak mau gerak atau berkicau. ”Ini sering terjadi, apalagi yang usianya masih muda,” kata Andre Septian, pencinta burung anis merah.

Pengaturan berahi menjadi sangat penting. Biasanya, Andre menggunakan pancingan dengan jangkrik. Hal tersebut dipersiapkan sebelum lomba. Kurang lebih satu minggu sebelumnya.

Untuk pemberian jangkrik, juga ada takarannya. Jika salah, yang terjadi malah burung malas. Mereka hanya bertingkah di dalam sangkar. Sebab, berahinya terlalu naik. Jadi, kata Andre, dua hari sekali maksimal dua jangkrik. Artinya, sehari satu kali saja.

Nah, untuk waktunya bisa dilakukan setelah mandi malam. Oh ya, anis merah disarankan dimandikan malam. Banyak pemilik beralasan, itu dilakukan agar suhu tubuh burung tetap terjaga. Tidak panas. Termasuk menyesuaikan habitatnya di dataran tinggi yang cuacanya sejuk.

Anis merah juga dikenal sebagai burung pemalu. Karena itu, harus sering dilakukan kompetisi. Kalaupun tidak menang, setidaknya bisa melatih mental burung.

Di samping itu, pemilihan makan juga sangat penting. Biasanya, anis merah menyukai buah-buahan seperti pisang dan pepaya.

Satu lagi, kebersihan sangkar harus terjaga. Sebab, burung akan stres jika sangkarnya kotor. Hal tersebut bisa membuat burung malas untuk berkicau.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=wMkmKv3EULU&ab_channel=JawaPos

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore