
Fittonia yellow (FAHMI SIMASTUTI/JAWA POS)
Tak perlu ragu memulai hobi berkebun. Buat pemula, fittonia bisa menjadi pilihan tanaman hias pertama. Mungil, cantik, mudah dirawat. Dan, yang tak kalah penting: terjangkau!
---
DAUN-daun cantik dalam warna hijau, merah muda, dan kuning-hijau tampak menghiasi rak tanaman di rumah Dr Ir Fatimah Nursandi MSi di Junrejo, Batu. Pot-pot kecil berisi tunas, pot tunas berisi label yang merupakan subjek penelitian mahasiswanya, hingga pot sedang dengan rumpun fittonia menjadi salah satu primadona baru di kebunnya.
”Belinya di awal-awal pandemi karena lucu. Harganya murah, satu pot rimbun nggak sampai 50 ribu,” ungkapnya.
Dosen Program Studi Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Malang itu lalu mencoba memperbanyak lewat stek daun. Pucuk dipotong di atas ketiak daun, lalu ditancapkan di media tanam. ”Sekitar 3–4 minggu sudah siap jual. Ternyata banyak yang minat,” lanjut Fat, sapaan Fatimah Nursandi. Fittonia menjadi ikon di Sadean Kembang, outlet daring yang dikelola dua anaknya, Afif Mahardhikasani dan Dinda Fajriyasani.
Fat menjelaskan, tanaman tropis asal Amerika Selatan itu memiliki ciri khas urat daun yang mencolok. Contohnya, daun hijau gelap dengan urat putih. Atau, urat daun merah muda. ”Makanya, ada yang menyebut nerve plant,” paparnya. Alumnus Institut Pertanian Bogor itu menilai, perawatan fittonia tak rumit.
Photo
TANAMAN TROPIS: Fatimah Nusandi saat dijumpai di kebun rumahnya, Junrejo, Batu, Jumat (26/2). Beragam koleksinya, antara lain fittonia red, yellow, dan green. (FAHMI SIMASTUTI/JAWA POS)
Di alam liar, tumbuhan evergreen tersebut tumbuh sebagai penutup tanah di bawah kanopi pohon. Dengan begitu, saat dipelihara di rumah, fittonia perlu mendapat teduhan. Di kebunnya, Fat menggunakan atap fiber dilapis paranet untuk mengurangi paparan cahaya matahari. ”Kalau kena panas, tanaman bakal rebah. Tumbuhnya nggak sebagus kalau dengan teduhan,” lanjutnya.
Perempuan yang juga mengelola pendidikan dan pelatihan Mitra Anggrek Indonesia tersebut menceritakan, fittonia menyukai kelembapan tinggi. Penyiraman wajib dilakukan tiap hari. Karena itu, media tanamnya harus mampu menyimpan air. Fat menyarankan pemakaian coco peat yang dikombinasikan dengan tanah, humus, pupuk kandang, dan sekam.
Photo
Fittonia red (IG SADENKEMBANG)
”Kalau hanya tanah, terlalu padat dan membuat perakarannya kurang bagus. Kalau sekam, tidak bisa menyimpan air,” ungkap Fat. Pemberian pupuk juga bisa diberikan berkala agar tanaman makin subur. Ibu empat anak itu menilai, fittonia juga amat mungkin ”berubah”. Alias, mengalami mutasi.
Contohnya, salah satu indukan fittonia merah muda miliknya. Daun di bagian bawah memiliki kombinasi hijau-merah muda. Namun, tunas yang baru tumbuh berwarna pink nyaris solid. Hanya bagian tepiannya yang tipis berwarna hijau. ”Biasanya, saya coba lagi. Tunas saya tanam, lalu dilihat lagi. Kalau stabil, berarti anakannya kelak membawa sifat itu,” ungkap Fat.
Photo
Fittonia yellow (IG SADENKEMBANG)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
