alexametrics

Awas Hoaks! Rekaman Pidato Lawas Yaqut Cholil Tak Terkait Rizieq

21 November 2020, 05:05:00 WIB

POLEMIK kepulangan Rizieq Syihab digunakan oleh beberapa netizen untuk mendulang keuntungan di media sosial. Mereka tak ragu mengunggah video lawas, lalu memelintirnya dengan tambahan narasi yang dikait-kaitkan dengan kondisi terkini. Contohnya, video pidato Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas yang disebut-sebut memerintah Banser untuk melawan Rizieq yang telah memalukan umat Islam.

”Memalukan Rijik Hina Semua Umat Islam, Gus Yagut: Perintahkan BANSER LAWAN,” begitu keterangan yang diunggah akun Facebook Wiro Sableng pada 17 November 2020. Tampak di awal video, Yaqut mengajak anggota Banser melawan mereka yang memanfaatkan pengajian untuk memecah persatuan. (bit.do/PerintahkanLawan).

Dari video berdurasi 8 menit 54 detik itu juga terdengar pengisi suara yang membacakan beberapa berita dari portal mainstream. Misalnya, portal news.detik.com yang mengulas tanggapan Ketua GP Ansor atas ceramah Rizieq Syihab di peringatan Maulid Nabi Muhammad. Judul berita yang terbit pada 16 November 2020 itu berbunyi, GP Ansor Sindir Paradoks Keturunan Nabi Bicara Lonte di Acara Maulid.

Pengisi suara juga membacakan berita tentang tanggapan politikus Partai Golkar Ace Hasan Syadzily. Judul beritanya berbunyi, Golkar Sindir ’Ceramah Lonte’ Habib Rizieq: Katanya Revolusi Akhlak.

Namun, informasi yang disebar akun Facebook Wiro Sableng itu cenderung dicampur aduk. Terlebih saat cuplikan pidato Yaqut di hadapan anggota Banser. Pidato itu diklaim sebagai perintah untuk melawan Rizieq.

Saat ditelusuri, video yang sama ternyata pernah diunggah kanal YouTube milik Salafy News pada 19 November 2017. Bisa dipastikan, isi pidato itu tidak terkait dengan kepulangan Rizieq dari Arab Saudi baru-baru ini. Kanal Salafy News memberi judul unggahan tersebut, Pesan Gus Yaqut dari Garut kepada Kelompok Radikal.

Dalam penyampaiannya, Yaqut mengatakan bahwa Banser tidak membubarkan pengajian. Melainkan menolak pengajian yang digunakan sebagai alat memecah persatuan bangsa. ”Jika ada kelompok-kelompok yang mengatakan mereka melakukan pengajian, tetapi kemudian dibubarkan oleh Banser, katakan kepada mereka tidak ada pengajian yang dibubarkan oleh Banser. Tetapi, Banser menolak pengajian yang digunakan mereka sebagai alat untuk memecah belah umat Islam yang ada di Indonesia,” begitu penggalan pidatonya. Anda dapat melihatnya di bit.do/Pidato2017.

FAKTA

Video pidato Yaqut Cholil Qoumas yang diunggah akun Wiro Sableng tidak terkait dengan kepulangan Rizieq Syihab. Pidato itu disampaikan di Garut, Jawa Barat, saat pelantikan anggota baru Banser pada November 2017.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c6/fat



Close Ads