
Photo
GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menjadi sasaran kabar palsu. Kali ini dia disebut membungkam aktivitas pers dengan memberangkatkan belasan jurnalis ke luar negeri. Informasi palsu itu dilengkapi foto daftar nama wartawan lengkap dengan negara tujuan yang berbeda-beda.
”Kalau wartawan di Indonesia sudah di bungkam ama si Anis buat menutupi kebohongannya maka apa arti kebebasan dan netralisasi wartawan!! #wartawanbungkam.” Begitu keterangan yang ditulis akun Facebook Rick Rivai Senin (13/7).
Total ada 26 wartawan dalam foto yang dibagikan akun Rick Rivai. Mereka berasal dari media televisi, cetak, maupun online. Ada juga nilai rupiah yang dicantumkan di tiap nama wartawan. Saat ditelusuri, ternyata ada jurnalis dalam daftar itu yang sudah tidak bergabung dengan media yang ditulis. Artinya, daftar tersebut bukan sesuatu yang baru.
Contohnya Wahyu Muryadi, yang dalam daftar itu tertulis dari media Tempo TV. Saat dikonfirmasi, saat ini dia menjadi host program E-Talkshow yang disiarkan tvOne. Wahyu juga meluruskan bahwa foto berisi daftar nama wartawan tersebut tidak memiliki kaitan dengan aktivitas Anies Baswedan. ”Nggak ada hubungan dengan Anies. Data itu juga nggak ada judul dan verifikasinya. Makanya saya beri penjelasan,” kata Wahyu saat dikonfirmasi Selasa (14/7).
Menurut Wahyu, aktivitas dalam data itu terjadi antara dua hingga tiga yang tahun lalu, saat Susi Pudjiastuti menjabat menteri di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kala itu KKP mengundang sejumlah media untuk mengirimkan wartawannya meliput kegiatan Menteri Susi di beberapa negara.
Susi menghadiri forum-forum internasional seperti Ocean Conference dan World Ocean Summit. ”Waktu itu Bu Susi menjadi pembicara utama. Soalnya dia dianggap champion dalam kebijakan memberantas illegal fishing,” ungkapnya.
Wahyu juga menjelaskan bahwa nominal yang tertera sesuai dengan faktur faktual. Mulai pembayaran tiket pesawat, tarif hotel, hingga transportasi lokal yang keseluruhannya diurus pihak pengundang atau KKP.
Beredarnya data yang tidak akurat itu juga menjadi perhatian Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Ilham Bintang mengingatkan pihak-pihak tertentu agar menghentikan penyebaran insinuasi dan fitnah yang bertujuan merusak kredibilitas wartawan.
Ilham menyayangkan beredarnya data disertai pembangunan opini bahwa nominal yang tertera disebut sebagai suap untuk wartawan. ”Asumsi dana perjalanan dianggap suap itu jahat sekali. Itu pelecehan kemampuan profesional dan integritas wartawan serta kredibilitas media pers,” tegasnya. Anda dapat membaca pernyataan yang dimuat RMOL.id tersebut di bit.ly/FitnahWartawan.
---
FAKTA
Daftar jurnalis beserta negara dan sejumlah nominal uang yang beredar di Facebook tidak memiliki kaitan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Prediksi Skor Madura United vs Arema FC: Pertarungan Seru Ze Gomes dan Andre Caldas
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Prediksi Skor Toulouse vs Strasbourg: Les Violets Berusaha Akhiri Paceklik Gol di Kandang
Prediksi Skor Cagliari vs Frosinone: Canarini Bidik Akhiri Kutukan 13 Tahun
Prediksi Skor PSIM Yogyakarta vs Dewa United: Banten Warriors Curi Kemenangan di Sultan Agung
Kamera Pengintai Identifikasi 19 Macan Tutul Jawa Beserta Rantai Makanannya di TNBTS

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022