alexametrics

Hoax Helikopter Buang Korban Covid-19 di Meksiko

11 Juli 2020, 04:04:36 WIB

PENYEBARAN disinformasi seputar penanganan Covid-19 di berbagai negara belum berakhir. Belakangan beredar video yang memperlihatkan helikopter menumpahkan puluhan orang dari langit. Di Indonesia, video itu diberi narasi terjadi di laut Meksiko. Dan puluhan orang itu adalah jenazah korban Covid-19.

”Video pembuangan jenazah-jenazah korban Covid-19 di laut Meksiko,” begitu keterangan yang ditulis akun Facebook Aaron Fidel Timothy pada 25 Juni 2020. Video berdurasi 18 detik itu tampak direkam melalui pesawat yang sejajar dengan helikopter. Setelah merekam orang-orang itu keluar dari lambung helikopter, kamera langsung melihat ke bawah (bit.ly/PembuanganJenazah).

Saat kamera melihat ke bawah, terlihat seperti titik-titik putih yang makin mengecil. Malah bentuknya seperti parasut yang telah mengembang. Aneh kalau kemudian disebut sebagai jenazah Covid-19.

Saat ditelusuri, video serupa ternyata sudah tersebar di YouTube jauh sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia. Salah satunya diunggah kanal Facrum pada 3 Agustus 2018. Di kolom keterangan disebutkan bahwa yang keluar dari helikopter itu adalah para penerjun payung.

Judul video tersebut berbunyi, Mi 26 Halo gets rid of paratroopers. Mi-26 merupakan helikopter jenis pengangkut berat bermesin ganda. Helikopter itu dirancang dan diproduksi oleh pabrik helikopter Mil Moscow, Rusia. Peran helikopter tersebut tidak hanya untuk aktivitas militer, tapi juga sipil. Tentu tidak untuk mengangkut jenazah korban Covid-19. Anda bisa melihatnya di bit.ly/VideoSebelumPandemi.

Video serupa diunggah di situs media sosial Rusia, ok.ru, pada 19 Desember 2018. Disebutkan bahwa aktivitas dalam video tersebut dilakukan Aerograd Kolomna, sebuah klub olahraga penerbangan dan skydiving terbaik di Rusia.

Selanjutnya, situs aerograd.ru juga mengulas seputar kegiatan tersebut. Menurut Aerograd, kegiatan itu adalah kegiatan skydive dalam upaya memecahkan rekor dunia paradiving dengan menerjunkan 222 penerjun payung. Penerjunan dilakukan dari ketinggian 6.000 meter dari tiga helikopter monster Mi-26.

Situs pencari fakta asal India, Boomlive, menyebut bahwa Aerograd Kolomna menyelenggarakan acara skydiving dengan formasi seperti itu setiap tahun. Namun, mereka tidak dapat menentukan tahun yang tepat kapan video tersebut direkam. Tentu yang jelas tidak berkaitan dengan Covid-19. Anda dapat membacanya di bit.ly/HoaxBuangJenazah.

FAKTA

Video puluhan orang keluar dari helikopter di ketinggian yang dibagikan akun Facebook Aaron Fidel Timothy merupakan aksi skydive oleh Aerograd Kolomna pada 2018. Bukan jenazah korban Covid-19 yang dibuang.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c6/fat