alexametrics

Hoax Perobekan Alquran di Sukabumi

3 Oktober 2020, 05:05:36 WIB

BEBERAPA hari terakhir, beredar foto dua pemuda kembar dengan luka lebam di wajah. Foto tersebut diberi keterangan bahwa dua pemuda itu dihajar warga karena merobek Alquran dan menggunting sajadah di Sukabumi, Jawa Barat.

’’Baru saja terjadi di Kampung Susukan Bojong Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Cari-cari ustad dan ditanya keperluannya, malah ngotot dan ngajak berantem. Dan dua orang ini malah nyobek2 Qur’an dan kitab dan sejadah digunting, ketauan sama santri. Ujung2nya dihakimi. Waspada. Jaga Ulama dan Habaib.’’ Demikian informasi yang dibagikan akun Facebook Acep Lokajaya kemarin (1/10).

Sejumlah portal berita resmi memang memberitakan penangkapan dua pemuda kembar di Kampung Susukan, Desa Bojongkokosan, Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Radar Sukabumi (Jawa Pos Group) juga mengabarkan peristiwa yang terjadi pada Rabu malam itu. Namun, isi beritanya membantah kabar bahwa dua pemuda tersebut hendak menyerang salah seorang ustad dan merobek Alquran.

Awalnya, para pemuda yang bernama Yaman dan Yamin itu mengaku hendak berobat kepada salah seorang tokoh agama di Kampung Susukan. Mereka lantas diantar Dudi Supriyadi, ketua DKM setempat, untuk menemui tokoh agama yang dimaksud. Namun, ustad yang dicari kedua pemuda sedang tidak berada di rumah.

Dudi lantas bertanya lebih detail soal maksud kedatangan Yaman dan Yamin. Karena curiga dengan gelagat keduanya, Dudi membawa mereka keluar. Apalagi, keduanya mendadak berkata-kata kasar. Lalu, salah seorang pemuda tiba-tiba berusaha kabur hingga memancing kemarahan masyarakat sekitar. Anda dapat membacanya di http://bit.do/AkanBerobat.

Kapolres Sukabumi AKBP Lukman Syarif menegaskan, informasi yang menyebut penusukan atau bahwa dua pemuda itu merobek-robek Alquran dan sajadah tidaklah benar. Ketika datang, mereka langsung bertemu dengan warga sekitar pondok dan menanyakan sang ustad.

’’Wah, hoax itu. Nggak benar. Tidak ada penusukan atau penyobekan Alquran. Keduanya tidak bawa sajam,’’ papar Lukman saat dihubungi Jawa Pos kemarin. Pihak pesantren juga telah mengklarifikasi bahwa tidak ada penusukan atau perusakan sebagaimana yang beredar di media sosial.

Menurut Lukman, dua pemuda itu hanya ingin berobat kepada salah seorang ustad di kawasan tersebut. Namun, ustad yang dicari tidak berada di tempat.

Saat ini keduanya menjalani pemeriksaan di Mapolres Sukabumi. ’’Anggota kami juga tiba dan meredam situasi,’’ imbuh Lukman.

FAKTA

Dua pemuda itu datang ke Kampung Susukan untuk berobat kepada salah seorang ustad. Namun, sikap dan kata-kata mereka memancing amarah warga sekitar.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : zam/c18/fat




Close Ads