
Lamang tapai, panganan khas Minangkabau
JawaPos.com - Berbagai kuliner dan penganan khas Minangkabau dijual di pasar-pasar pabukoan kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Ya, memang ramadan selalu identik dengan perburuan selera dan lidah jelang masuk waktu berbuka.
Salah satu penganan khas Minangkabau yang cukup dikenal adalah lamang tapai. Sebetulnya, panganan yang terbuat dari beras ketan itu, selalu ada di hari biasa. Namun, posisi penjualnya nyaris jarang ditemukan, terutama bagi para pengunjung yang jarang berburu makanan di pasar tradisional.
Memasuki ramadan, lemang tapai nyaris bisa ditemukan di seluruh pasar pabukoan, dan mungkin bahkan di semua kabupaten/kota di Sumbar. Namun, biasanya, lidah yang doyan dengan panganan ini adalah lidah generasi 90-an ke atas.
"Banyak yang suka lemang tapai dan rata-rata generasi yang sudah agak tua. Yang muda-muda agak jarang," kata Erni, 56, salah seorang penjual lamang tapai di kawasan Simpang Piai, Lubuk Begalung, Kota Padang, Minggu (27/5).
Lamang tapai adalah dua penganan berbeda dan keduanya bisa disantap satu persatu. Namun, ibarat laki-laki dan perempuan yang rasanya kurang, jika belum bersama. Begitu juga lamang yang rasanya sudah klop kawin dengan tapai.
Lamang sendiri terbuat dari bahan dasar beras sipulut putih atau beras ketan dilumat dengan santan kelapa dengan tambahan garam secukupnya. Untuk menambah aroma harumnya, seringkali juga dibubuhi daun pandan.
Setelah adonan selesai, lalu dimasukkan ke dalam betung atau bambu yang sudah dipotong sepanjang 70-90 sentimeter. Di dalam bambu itu, juga telah dilampisi daun pisang yang berfungsi kelak membungkus lamang setelah masak.
"Lalu, lemang dibakar hingga matang. Biasanya masak hingga pendingan lebih 5 jam," katanya.
Sedangkan tapai adalah tape beras ketan hitam yang dibuat dengan memfermentasikan beras ketan dengan ragi. "Tapai bisa dimakan terpisah. Tapi, karena rasanya kedua akan nikmat bila dimakan bersamaan. Makanya yang populer itu lamang tapai," katanya.
Di pasar pabukoan kota Padang, harga lamang tapai hanya Rp15 ribu/porsi yang sudah dipotong-potong plus tapai yang dibungkus berbeda. "Alhamdulillah, peminat lamang tapai masih banyak," kata Leni, 46, pedagang lainnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022