Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 Maret 2026, 22.59 WIB

Lumpuh Total! Pemudik Pilih Jalan Kaki 25 KM Ketimbang Sabar Hadapi Macet Gilimanuk

Jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk lumpuh total dengan antrean kendaraan yang mengular hingga 25 sampai 32 kilometer. - Image

Jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk lumpuh total dengan antrean kendaraan yang mengular hingga 25 sampai 32 kilometer.

JawaPos.com - Arus mudik Lebaran 2026 di Bali diwarnai kemacetan horor. Jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk lumpuh total dengan antrean kendaraan yang mengular hingga 25 sampai 32 kilometer. Akibatnya, ribuan pemudik terjebak di jalanan selama belasan jam.

Kondisi yang tidak bergerak sama sekali membuat banyak pemudik kehilangan kesabaran. Sebagian dari mereka akhirnya memutuskan untuk turun dari kendaraan dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki demi mencapai pelabuhan.

Terjebak 14 Jam di Jalur Denpasar-Gilimanuk

Normalnya, perjalanan dari Denpasar menuju Pelabuhan Gilimanuk hanya membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam. Namun, pada puncak arus mudik kali ini, waktu tempuh membengkak drastis menjadi lebih dari 14 jam.

Kisah perjuangan ini viral di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun TikTok @vatacah yang membagikan momen lelahnya para pemudik.

"Macet menuju pelabuhan gilimanuk mending jalan kaki," tulis pemilik akun tersebut dalam unggahannya.

Ia juga menambahkan betapa jauhnya jarak yang harus ditempuh dengan berjalan kaki akibat kemacetan yang mengunci jalur utama. "Iya jalan sehat 25km," katanya. "Kalau kalian berapa jam perjalanan mudik Bali- Brebes tergokil," lanjutnya.

Kantong Parkir Penuh dan Jalur Alternatif Padat

Diketahui, pada Minggu (15/3) sore, situasi di pintu keluar Bali masih sangat padat. Seluruh kantong parkir di dalam Pelabuhan Gilimanuk dilaporkan penuh sesak oleh kendaraan logistik, mobil pribadi, hingga sepeda motor.

Banyak pemudik yang mencoba mencari jalan tikus dengan memanfaatkan jalur permukiman warga. Namun, upaya ini tetap tidak banyak membantu karena volume kendaraan yang memang sudah melebihi kapasitas jalan.

Rekayasa Lalu Lintas dan Delay System

Polda Bali bersama Polres Jembrana berupaya mengurai kepadatan dengan melakukan rekayasa lalu lintas di sepanjang jalur antrean. Personel kepolisian ditempatkan di titik-titik krusial untuk mengatur kendaraan yang masuk ke area pelabuhan.

Beberapa langkah darurat yang diambil antara lain:

- Optimalisasi Kapal: Sebanyak 32 unit kapal dikerahkan, dengan 2 unit kapal menerapkan pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) di Pelabuhan Ketapang untuk mempercepat sirkulasi.

- Delay System: Kendaraan sumbu 3 ke atas disekat di wilayah Denpasar, Badung, dan Tabanan untuk diarahkan ke buffer zone guna mengurangi beban di jalur utama.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore