
Masjid Agung Karawang, Jawa Barat. Foto: YouTube/JourneytoMasjid
JawaPos.com - Bulan Ramadhan sering menjadi momentum bagi banyak orang untuk melakukan jelajah masjid bersejarah. Selain menjadi tempat beribadah, masjid-masjid tua di Indonesia juga menyimpan kisah panjang tentang penyebaran Islam dan peradaban masa lampau.
Di Jawa Barat, salah satu masjid yang tidak disangka bisa masuk dalam daftar tujuan wisata religi adalah Masjid Agung Karawang, yang juga dikenal sebagai Masjid Agung Syekh Quro.
Masjid ini diyakini sebagai masjid tertua di Jawa Barat, berdiri sejak tahun 1418 Masehi atau 838 Hijriah. Hingga kini, bangunan tersebut masih aktif digunakan sebagai pusat kegiatan keagamaan sekaligus saksi perjalanan sejarah Islam di tanah Sunda.
Awal Penyebaran Islam di Karawang
Merangkum berbagai sumber, sejarah Masjid Agung Karawang tak lepas dari peran seorang ulama dari negeri Champa bernama Syekh Hasanuddin bin Yusuf Sidik. Ia datang ke wilayah Karawang bersama para ulama lain seperti Syekh Abdurrahman dan Syekh Maulana Idhofi.
Misi mereka adalah menyebarkan ajaran Islam di wilayah Kerajaan Sunda Pajajaran yang saat itu masih didominasi oleh kepercayaan lokal dan Hindu-Buddha.
Pada masa itu, wilayah Karawang berada dekat dengan jalur perdagangan penting, terutama Pelabuhan Sundapura Pajajaran. Lokasi ini menjadikan kawasan tersebut sebagai tempat strategis untuk penyebaran agama dan budaya baru.
Masjid yang didirikan Syekh Quro awalnya tidak sebesar sekarang. Bangunannya sederhana, terbuat dari kayu dengan pondasi batu. Fungsi utamanya bukan hanya sebagai tempat shalat, tetapi juga sebagai pesantren awal untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada masyarakat sekitar.
Seiring waktu, tempat ini berkembang menjadi pusat pendidikan Islam dan tempat masyarakat setempat mempelajari agama.
Kisah Pernikahan Legendaris
Dalam tradisi lisan masyarakat setempat, Masjid Agung Karawang juga dikaitkan dengan kisah sejarah penting kerajaan Sunda.
Konon, tempat ini pernah menjadi lokasi pertemuan antara Raja Pajajaran, Prabu Siliwangi, dengan seorang perempuan muslim bernama Nyai Mas Subanglarang.
Nyai Mas Subanglarang dikenal sebagai salah satu perempuan bangsawan Sunda yang memeluk Islam. Kisah mereka menjadi salah satu legenda yang menandai awal perjumpaan antara kerajaan Sunda dengan ajaran Islam.
Meski kisah tersebut masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan, cerita ini tetap hidup dalam tradisi masyarakat Karawang hingga kini.
Berkali-kali Dipugar Sepanjang Sejarah
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022