
Menunda 24 jam sebelum membeli adalah salah satu cara menghindari pengeluaran impulsif saat diskon Ramadhan (freepik)
JawaPos.com – Bulan suci Ramadhan identik dengan berbagi promo dan diskon besar-besaran. Mulai dari kebutuhan sahur dan berbuka, pakaian Lebaran hingga peralatan rumah tangga, semuanya terasa lebih menggoda.
Namun tanpa kontrol yang baik, diskon Ramadhan justru bisa memicu pengeluaran impulsif. Padahal esensi puasa Ramadhan adalah menahan diri termasuk dalam urusan finansial.
Menurut APA, perilaku belanja impulsif sering dipengaruhi oleh emosi dan dorongan sesaat. Kondisi ini semakin kuat saat ada promosi terbatas.Selain itu, Harvard Business School menunjukkan diskon dan strategi pemasaran dapat memicu keputusan pembelian tanpa perencanaan matang.
Berikut 5 cara ampuh menghindari pengeluaran impulsif saat diskon Ramadhan agar keuangan tetap aman hingga Hari Raya sebagaimana dilansir dari laman University of Chicago dan Cornell University, Rabu (4/3) :
1. Membuat anggaran khusus Ramadhan
Langkah pertama adalah membuat anggaran Ramadhan secara rinci. Artinya Anda perlu memisahkan kebutuhan pokok, zakat, sedekah hingga kebutuhan lebaran.
Menurut Consumer Finance, menyusun anggaran secara tertulis bisa membantu mengontrol pengeluaran impulsif dan mengurangi stres finansial. Jadi anggaran ini akan memberi batas yang jelas dalam berbelanja.
Anda bisa mulai dengan menulis daftar kebutuhan seperti bahan makanan sahur, kurma, beras, daging hingga sirup favorit keluarga. Dengan daftar tersebut Anda lebih fokus pada kebutuhan utama.
Uniknya, anggaran ini juga membantu menghindari penggunaan kartu kredit berlebihan. Sehingga puasa Ramadhan juga menjadi lebih tenang tanpa beban utang.
2. Menerapkan aturan tunda 24 jam
Diskon sering menciptakan rasa takut kehabisan, padahal tidak semua promo benar-benar mendesak untuk dibeli. University of Chicago dalam studi perilaku konsumen menjelaskan bahwa jeda waktu membantu seseorang membuat keputusan lebih rasional.
Menerapkan aturan tunda 24 jam sebelum membeli artinya jika setelah sehari masih merasa butuh barulah pertimbangkan kembali. Cara ini sangat efektif mengurangi belanja impulsif saat diskon Ramadhan. Keputusan juga menjadi logis dan sesuai kebutuhan.
3. Belanja dalam kondisi kenyang dan tenang
Kondisi fisik dan emosional memengaruhi keputusan belanja. Saat lapar atau lelah, seseorang lebih mudah tergoda membeli secara impulsif.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
