Abdul Muid Nawawi, dosen PTIQ Jakarta, saat podcast di kantor JawaPos.com. (Abdul Rahman//JawaPos.com)
JawaPos.com - Banyak orang memilih tidak melaksanakan shalat Tarawih karena merasa tidak kuat untuk melaksanakan shalat hingga 8 rakaat, apalagi 20 rakaat, karena situasi dan kondisi tertentu.
Dosen Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an (PTIQ) Jakarta Abdul Muid Nawawi mengungkapkan bahwa bilangan rakaat shalat Tarawih sebenarnya tidak ada patokan khusus.
Dengan demikian, orang yang melaksanakan shalat Tarawih hanya 2 rakaat atau 4 rakaat, tetap boleh dan dihitung sebagai ibadah shalat Tarawih.
"Shalat Tarawih itu sunnah, tidak wajib. Pemahamannya begini, ketika kita mampu 2 rakaat ya 2 rakaat, ketika mampunya 4 rakaat ya 4 rakaat, bisa lebih juga," kata Abdul Muid Nawawi dalam kunjungannya ke kantor JawaPos.com.
Dia mengatakan bahwa jumlah 8 rakaat atau 20 rakaat dalam praktik ibadah shalat Tarawih, sudah diformalisasikan oleh ulama.
"Tarawih itu dalam sejarahnya memang tidak dikondisikan kayak kita sekarang. Pada zaman Rasul, shalat Tarawih sporadis saja. Yang sana shalat Tarawih, ini belum, nanti shalat Tarawih lagi," katanya.
Dia juga mengungkapakan bahwa pelaksanaan shalat Tarawih tidak harus dilakukan secara marathon dengan 8 rakaat atau 20 rakaat. Bisa juga dilakukan secara terpisah ada jeda sambil bersantai, berdzikir, atau disela-sela itu melakukan kegiatan lain.
"Yang penting dilakukan pada malam hari ya. Karena shalat Tarawih itu qiyamul lail," katanya.
Maka dari itu, bagi pekerja yang tidak dapat melaksanakan shalat Tarawih karena urusan pekerjaan, tetap dapat melaksanakan shalat Tarawih dengan jumlah rakaat disesuaikan dengan kemampuan.
"Waktunya tidak terbatas habis shalat Isya, waktunya cukup panjang sampai waktu menjelang Subuh. Misalnya pulang kantor jam 22.00, tetap bisa dilakukan, dan tidak mesti harus berjamaah juga," ungkapnya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
