
Ustadz Hilaluddin Hasan Ishaq, salah satu pengajar di Pondok Pesantren Multazam. (Abdul Rahman/JawaPos.com)
JawaPos.com - Umat Islam di seluruh dunia melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Ibadah yang sangat personal, tidak ada yang benar-benar mengetahuinya kecuali yang bersangkutan dengan Allah SWT.
Kendati ibadah puasa merupakan ibadah yang sangat personal, namun dampak dari ibadah puasa ini sangat luas dalam kehidupan sosial-masyarakat.
Puasa Ramadhan memberikan dampak pada hubungan yang baik secara sosial, melatih kepekaan memiliki empati dan berbagi dengan sesama, hingga membawa dampak pada perputaran ekonomi di tengah masyarakat.
Ibadah puasa Ramadhan juga memiliki tujuan penting untuk mendidik manusia supaya menjadi pribadi yang bertakwa. Ibadah puasa menjadi sarana untuk memperbaiki kualitas diri.
Berikut kultum hari ini, Kamis, 19 Februari 2026, tentang Puasa Ramadhan Sebagai Sarana Melatih Kesabaran yang dibawakan oleh ustadz Hilaluddin Hasan Ishaq, salah satu pengajar di Pondok Pesantren Multazam.
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
Pembaca Jawa Pos yang berbagagia.
Saat ini kita memasuki bulan suci Ramadhan, bulan yang sangat istimewa yang kedatangannya selalu dirindukan. Pada bulan Ramadhan, amalan-amalan dilipatgandakan.
Salah satu tujuan puasa Ramadhan adalah membentuk jiwa-jiwa yang bertakwa dan salah satu sifat orang-orang yang bertakwa adalah memiliki kesabaran.
Sekarang pertanyaannya adalah, bagaimana puasa Ramadhan membentuk jiwa-jiwa yang sabar?
Jawabannya adalah, dalam puasa Ramadhan, kita dituntut untuk melaksanakan perintah Allah Subhanahu Wataala selama sebulan penuh. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa Ramadhan dan juga hal-hal yang membatalkan pahala puasa Ramadhan.
Ini adalah proses pembentukan mental kesabaran yang baik. Mental kesabaran di dalam menghadapi ujian hidup. Karena banyak sekali hal-hal yang nanti mungkin akan kita hadapi.
Dengan puasa Ramadhan, kita akan memiliki jiwa kesabaran sehingga ketika menghadapi masalah-masalah hidup, kita bisa menyikapinya dengan cara yang baik.
Yang kedua, kita juga bersabar di dalam melaksanakan perintah dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wataala. Baik yang mungkin kita senangi maupun yang tidak kita senangi. Kita tetap melaksanakan perintah Allah dengan penuh dengan ketakwaan kepadanya.
Yang ketiga, kita juga harus bersabar dalam menghindarkan diri dari hal-hal yang tidak diperbolehkan oleh agama. Kita tidak boleh melaksanakan hal-hal yang membatalkan puasa dan segala macam hal yang tidak diperbolehkan dalam agama, yang lain itu memerlukan jiwa kesabaran yang tinggi.
Dan salah satu usaha untuk membentuk jiwa kesabaran itu adalah dengan puasa Ramadhan selama sebulan penuh.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
