Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Februari 2026 | 03.14 WIB

Muhammadiyah Mulai Ramadhan 18 Februari, Sebut sesuai Kalender Ummul Qura di Arab Saudi

Petugas mengamati hilal mengunakan teropong di Masjid Hasyim Ashari, Kalideres, Jakarta, Selasa (17/2/2026). Pemantauan hilal tersebut untuk menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Petugas mengamati hilal mengunakan teropong di Masjid Hasyim Ashari, Kalideres, Jakarta, Selasa (17/2/2026). Pemantauan hilal tersebut untuk menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini dinilai sejalan dengan kalender Ummul Qura yang digunakan di Arab Saudi, sehingga awal puasa diperkirakan berlangsung bersamaan.

Melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan berdasarkan kriteria visibilitas hilal yang bersifat global. Menariknya, hasil perhitungan tersebut menunjukkan keselarasan dengan sistem penanggalan Ummul Qura di Arab Saudi.

Dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhamad Rofiq Muzakkir, menyebutkan bahwa secara de facto, pelaksanaan puasa kemungkinan besar akan berlangsung serentak dengan Arab Saudi. Hal ini karena pada petang 17 Februari 2026, posisi bulan di Makkah sudah berada di atas ufuk.

Muhammadiyah sendiri berpegang pada hasil Kongres Internasional Penyatuan Kalender 2016 di Istanbul yang menetapkan kriteria visibilitas hilal, yakni tinggi bulan minimal 5 derajat dan elongasi 8 derajat. Berdasarkan perhitungan, kriteria tersebut telah terpenuhi pada 17 Februari 2026 di wilayah Amerika Utara, termasuk Alaska.

Sementara itu, kalender Ummul Qura memiliki pendekatan berbeda. Sistem ini menggunakan prinsip bahwa jika bulan terbenam setelah matahari (moonset after sunset), maka bulan baru sudah dimulai tanpa mensyaratkan ketinggian minimum tertentu.

Pada 17 Februari petang di Makkah, posisi bulan sudah berada di atas ufuk atau bernilai positif. Dengan kondisi tersebut, kalender Ummul Qura menetapkan bahwa bulan baru telah masuk, sehingga umat Islam di Arab Saudi akan memulai tarawih pada malam yang sama.

Muhammadiyah menegaskan bahwa penggunaan referensi global, termasuk wilayah seperti Alaska, merupakan bagian dari konsistensi terhadap keputusan Munas Tarjih di Pekajangan yang mengadopsi standar internasional, bukan semata pertimbangan geografis.

Dengan demikian, meskipun menggunakan metode yang berbeda, Muhammadiyah dan kalender Ummul Qura di Arab Saudi disebut sama-sama menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada 18 Februari 2026.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore