Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 April 2024 | 14.59 WIB

8 Amalan Utama yang Dapat Dilakukan Selama Bulan Syawal, Mulai dari Berpuasa sampai Menikah

SILATURAHMI DUA MENKO: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyalami Presiden Jokowi dalam open house di Istana Negara (10/4). - Image

SILATURAHMI DUA MENKO: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyalami Presiden Jokowi dalam open house di Istana Negara (10/4).

JawaPos.com - Bulan Syawal dianggap sebagai bulan kemenangan, bulan penuh berkah, dan kegembiraan. Banyak orang menjadikan Syawal sebagai hari baik dan menambah amalan ibadahnya setelah Ramadhan berlalu.

Di samping kebahagiaan yang dirasakan setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, Bulan Syawal juga diisi dengan berbagai amalan baik yang dapat dilakukan oleh umat Muslim.

Ada beberapa amalan utama yang bisa membawa pahala yang melimpah jika dilakukan dengan ikhlas karena Allah semata. Mulai dari berpuasa sampai menikah.

Dirangkum dari beberapa sumber, berikut delapan amalan utama yang dapat Anda kerjakan di bulan Syawal:

1. Puasa Sunnah 6 Hari

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan di bulan Syawal adalah puasa enam hari setelah selesai puasa Ramadhan. Puasa sunnah ini membawa banyak kebaikan dan pahala bagi umat Muslim yang melaksanakannya.

Rasulullah SAW bersabda bahwa "Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka itu seperti puasa setahun" (HR. Muslim).

Disarankan untuk memulai puasa sesegera mungkin untuk menghindari haid yang datang secara tiba-tiba bagi perempuan dan mengatasi kendala-kendala lainnya.

2. Puasa Senin Kamis

Beberapa riwayat menyatakan bahwa puasa Senin dan Kamis adalah salah satu puasa sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Seperti yang disampaikan oleh Aisyah ra: "Rasulullah SAW sangat rajin dan sungguh-sungguh dalam berpuasa pada hari Senin dan Kamis."

Para ulama menjelaskan bahwa menggabungkan niat puasa Senin dan Kamis dengan puasa Syawal adalah boleh dilakukan. Analoginya, menggabungkan puasa Senin dan Kamis dengan puasa Syawal seperti niat memberikan sedekah dan menjaga silaturahmi.

Dengan menggabungkan dua jenis puasa sunnah tersebut, seseorang akan mendapatkan pahala dari keduanya. Ini berarti umat Muslim yang melakukannya bisa mendapatkan manfaat ganda dari dua aktivitas puasa sunnah tersebut.

3. Puasa Ayyamul Bidh

Puasa sunnah ini dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriah) setiap bulannya. Dalam riwayat Bukhari yang berasal dari Abdullah bin 'Amr bin Al 'Ash RA disebutkan bahwa salah satu keutamaan dari puasa Ayyamul Bidh adalah seperti berpuasa sepanjang tahun. Keutamaan ini juga dijelaskan dalam riwayat Abu Daud. Puasa Ayyamul Bidh juga menjadi salah satu dari tiga hal yang tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi SAW.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore