
SEJUKNYA KAWASAN HUTAN: Pengunjung berfoto di area bermain Cafe & Rest Area Gumitir di perbatasan Jember-Banyuwangi (10/3).
Setelah melewati jalur penuh tikungan Alas Gumitir di ujung timur Jawa, rumah makan, musala, tempat bermain, hingga panorama hutan dari sisi perbukitan adalah sederet fasilitas yang ditawarkan Cafe & Rest Area Gumitir.
SHOLEH HILMI QOSIM, Jember
---
TERBENTANG jarak 12 kilometer antara permukiman penduduk terakhir di Kecamatan Silo, Jember, dan permukiman pertama di Kecamatan Kalibiru, Banyuwangi, Jawa Timur. Sepanjang perjalanan tersebut, Alas Gumitir menawarkan panorama khas hutan tropis dengan berbagai pepohonan di dalamnya: jati, paku, pinus, jarak, serta mahoni.
Pada area tengah hutan, tepatnya sebelum memasuki gapura selamat datang di Banyuwangi, terdapat Cafe & Rest Area Gumitir yang bisa dijadikan tempat peristirahatan bagi para pemudik dengan tujuan akhir Banyuwangi di ujung timur Jawa atau mungkin yang masih akan melanjutkan perjalanan ke tujuan lain. Sebab, bukan sekadar persinggahan, rest area tersebut juga menawarkan pemandangan hutan di balik perbukitan.
Yusuf Priyoga bersama dua putrinya dan sang istri termasuk yang menikmati panorama tempat peristirahatan di tengah hutan tersebut sehari sebelum Ramadan (10/3). ”Mumpung libur, jadi pengin jalan-jalan ke sini bareng anak-anak,” tuturnya. Dia penasaran dengan kemasyhuran rest area yang dikelola PTPN XII tersebut. ”Katanya ada pintu langitnya yang bagus buat spot foto-foto,” sambungnya.
Febriyanto, pengelola Cafe & Rest Area Gumitir, mengungkapkan bahwa tempat peristirahatan tersebut berdiri sejak 2010. ”Ini awalnya didirikan untuk optimalisasi lahan milik PTPN,” bebernya. Terdapat sederet fasilitas yang bisa diakses pengunjung ketika berada di area seluas 3 hektare tersebut. Cafe & Rest Area Gumitir memiliki dua tingkatan lahan.
Lahan bawah dipergunakan untuk area permainan, musala, dan kolam renang. Sementara lahan bagian atas dimanfaatkan untuk rumah makan serta spot foto dengan panorama hutan.
Terdapat dua area parkir yang disediakan masing-masing di lahan atas dan lahan bawah. ”Lahan atas itu bisa menampung hingga 18 kendaraan roda empat,” paparnya.
Pintu masuk menuju Cafe & Rest Area Gumitir.
Sementara itu, pada area parkir di lahan bawah, selain diperuntukkan kendaraan roda empat, juga terdapat area parkir untuk kendaraan roda dua. Pemudik yang membawa serta anak bisa memanfaatkan sejumlah wahana permainan pada lahan bagian bawah. Ada pula area outbound, kolam renang, hingga kereta mini. ”Tapi yang kereta mini sudah tidak lagi beroperasi,” sambungnya.
Itu tak lepas dari dampak pandemi Covid-19 yang dialami Cafe & Rest Area Gumitir. ”Dulu sebelum pandemi itu ramai pengunjung. Tiap hari ada aja rombongan yang main ke sini,” ucapnya.
Namun, setelah pandemi, angka kunjungan menurun drastis. Hingga sekarang, jumlah pengunjung ke Cafe & Rest Area Gumitir belum kembali pulih seperti sebelum pandemi.
Rest area yang masih termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Silo tersebut biasa beroperasi mulai pukul 7 pagi hingga pukul 9 malam. Jam operasional akan sedikit berbeda saat Ramadan.”Kalau bulan puasa, mulai buka jam 2 siang sampai jam 9 malam,” sambung Febri.
Bagi pengunjung yang tidak ingin repot-repot masuk ke bagian dalam, Cafe & Rest Area Gumitir juga menyediakan kafe pada area depan pintu masuk. Pada kafe sisi luar tersebut tersedia deretan gazebo serta kursi kayu dan payung outdoor khas suasana taman.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
