
Masjid Telok Manok.
JawaPos.com–Thailand memiliki bangunan masjid yang dipercaya berusia sekitar 300-an tahun. Bangunan tersebut terletak di salah satu provinsi di wilayah selatan Thailand.
Masjid berbahan baku kayu yang masih berdiri kokoh tersebut bernama, Masjid Telok Manok. Bangunan itu berada di sebuah desa muslim Melayu, yaitu Desa Telok Manok, Provinsi Narathiwat, Thailand.
Dikutip dari Masjid Info, Masjid Telok Manok dikenal dengan beragam nama. Di antaranya Masjid Taloh Manoh, Masjid Wadi Hussein, Talo Mano Mosque, Masajid Talomanoh, Masajid Vadialhussein, Vadilhusein Mosque, Masjid Wadi Al-Hussein, atau Al-Hussein Mosque.
Nama Masjid Telok Manok berasal dari nama desa tempat masjid itu berdiri. Sedangkan nama Al-Hussein diambil dari nama seorang ulama yang membangun masjid tersebut.
Konon katanya masjid itu dibangun seorang pendakwah Melayu bernama Wan Hussein Az Sanawi Al Fathani. Dikenal sebagai ulama yang menyebarkan agama Islam di kawasan wilayah selatan Thailand.
Para sejarawan sudah menyepakati bahwa Wadi Al Hussein merupakan ulama yang memiliki kontribusi penyebaran Islam di wilayah selatan Thailand. Hussein Az Sanawi diakui sebagai pendiri dan perenovasi Masjid Telok Manok.
Masyarakat mempercayai keberadaan ulama tersebut di wilayahnya. Namun, belum ada penelitian yang memastikan lebih jauh lagi.
Masjid Telok Manok berdiri sejak 1768 di pengujung kekuasaan Kesultanan Patani. Masjid tersebut direnovasi oleh Wan Hussein Az Sanawi pada 1960-an. Kemudian direnovasi kembali pada 2014 oleh Pemerintah Thailand.
Terdapat sungai yang sangat jernih di dekat masjid Telok Manok. Konon katanya, dulu sungai tersebut dijadikan sebagai tempat berwudu bagi jemaah ulama Al Hussein. Akses jalan di masjid tersebut sangat sempit dengan jalan menanjak.
Pembangunan Masjid Telok Manok sangat menarik. Pasalnya bahan baku keseluruhan masjid berasal dari kayu. Bahkan teknik pembangunan tidak memakai paku besi, namun dengan sistem interloking antara satu kayu dengan lainnya.
Bentuk bangunan masjid Telok Manok juga unik tidak seperti masjid pada umumnya. Lantaran tidak memiliki kubah dan ciri-ciri lain, namun hanya berbentuk seperti atap rumah atau istana dengan kombinasi fitur arsitektu Melaryu, Thailand, Tiongkok, dan Champa.
Meskipun hanya dengan berbahan baku kayu, Masjid Telok Manok dapat bertahan hingga ratusan tahun. Ukiran-ukiran dan gaya arsitektur masih memiliki nilai sejarah, meskipun sudah beberapa kali dilakukan renovasi.
Masjid yang dibangun seperti rumah panggung itu, tidak pernah dilakukan renovasi total. Karena masyarakat sekitar ingin mempertahankan nilai sejarah dan estetika yang dimiliki masjid Telok Manok dari zaman dahulu.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
