
Masjid Tuo Kayu Jao.
JawaPos.com - Sumatera Barat tidak hanya soal kuliner rendang. Di ketinggian 1.152 meter di atas permukaan laut, tepatnya di Kabupaten Solok, berdiri sebuah saksi bisu penyebaran Islam yakni Masjid Tuo Kayu Jao.
Bukan sekadar tempat ibadah, masjid yang dibangun sekitar tahun 1567 ini adalah keajaiban arsitektur. Bayangkan, di era konstruksi baja ringan sekarang, bangunan ini tetap kokoh berdiri meski material utamanya hanyalah kayu dan atap ijuk.
Sejarah mencatat masjid ini didirikan oleh dua tokoh besar, yakni Angku Masyhur dan Angku Labai. Keduanya dikenal memiliki suara yang sangat merdu saat mengumandangkan azan, memanggil warga di lembah Gunung Talang untuk bersujud.
Baca Juga:Italia Disebut Gantikan Iran di Piala Dunia 2026! Asisten Pelatih Irak Buka Skenario Mengejutkan
Hingga kini, jejak keduanya masih terjaga. Angku Masyhur dimakamkan di area mihrab, sedangkan Angku Labai dimakamkan di Jirek, lokasi ia biasa beribadah di luar bangunan utama. Kedekatan makam pendiri dengan bangunan masjid menambah suasana religius yang kental bagi setiap peziarah yang datang.
Salah satu daya tarik utama Masjid Tuo Kayu Jao adalah teknik konstruksinya. Masjid ini dibangun menggunakan teknik pasak kayu tanpa paku, sebuah ciri khas arsitektur Minangkabau-Islam yang terbukti tangguh melintasi zaman.
Seluruh elemen mulai dari dinding, lantai, hingga 27 tiang penyangga menggunakan kayu pilihan seperti jao, banio, dan medang. Menariknya, jumlah tiang dan jendela di sini bukan sekadar angka, melainkan simbolisme mendalam.
27 Tiang melambangkan enam suku di sekitar masjid yang terdiri dari empat unsur pemerintahan ditambah tiga unsur agama (khatib, imam, dan bilal). Kemudian 13 Jendela diambil dari jumlah rukun salat dalam ajaran Islam.
Ciri khas lainnya ialah pada bagian atap yang terdapat tumpang tiga dari ijuk setebal 15 cm dengan bentuk sedikit cekung untuk mempercepat aliran air hujan di iklim tropis.
Lokasi masjid ini sangat menenangkan. Dikelilingi aliran sungai kecil berair jernih, suara gemericik air menjadi musik alami yang menemani ibadah. Fasilitas wudhu pun masih memanfaatkan sumber mata air alami yang segar di sisi bangunan.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
