
PILIHAN MENGISI PERUT: Sejumlah rumah makan di Rest Area Km 287A tol Pejagan-Pemalang yang masuk wilayah Kabupaten Tegal, Jateng (7/3).
Rest Area Km 287A memiliki keunggulan dalam arsitektur bangunan. Minus SPBU, tapi ada Pertashop yang tentunya berpotensi memicu antrean saat mudik.
ILHAM WANCOKO, Tegal
---
LEGA, tapi panas. Itulah kesan yang menguar begitu memasuki Rest Area Km 287A tol Pejagan–Pemalang. Lahan parkirnya luas, tapi minim sekali pepohonan untuk sedikit memayungi dari sengatan terik.
Saat siang, tentunya akan terasa cukup menantang berada di rest area yang masuk wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, tersebut. Apalagi dalam kondisi masih puasa.
Karena itu, jika ingin menjadikan rest area ini sebagai salah satu titik peristirahatan, waktu perjalanan harus diatur agak bisa masuk ke Km 287A saat malam. Tanpa sengatan terik yang tanpa pelindung pepohonan, mereka yang beristirahat bisa lebih menikmati suasana bangunan pertokoan yang memikat pandangan.
Bangunan tokonya berdiri sendiri-sendiri, didesain semacam rumah. Dengan warna dominan hitam dan putih. Spot bangunan pertokoan ini cocok untuk menjadi titik swafoto. Terdapat warung kopi, warung oleh-oleh, dan sebagainya di lokasi ini. Bisa mengambil foto sembari memanjakan mata dan belanja bila menemukan oleh-oleh yang cocok.
Fasilitasnya secara keseluruhan standar untuk rest area. Tidak ada SPBU, tapi ada gantinya. Yakni, Pertashop. Pengendara yang kekurangan bahan bakar bisa mengisi di sini.
Namun, karena hanya Pertashop, tentu pelayanannya terbatas. Saat periode mudik, bisa jadi antrean bakal panjang. Karena itu, mengisi bahan bakar di rest area ini hanya bisa menjadi pilihan cadangan kalau tidak dapat mengisi bahan bakar di rest area lainnya.
Arief Said, salah seorang pengunjung, menuturkan bahwa Rest Area Km 287A cukup luas. Sayangnya, belum semua terpakai. Masih banyak tanah kosong di bagian belakang. ”Fasilitas cukup memadai. Ada minimarket, musala, dan toilet,” ujarnya.
Menurut dia, yang perlu ditambah adalah pepohonan. Sebab, rest area cukup panas saat siang. ”Mungkin rest area-nya masih baru. Jadi, pohonnya belum tumbuh banyak,” ungkapnya.
Yuni Yunengsih, pengunjung lainnya, mengungkapkan bahwa ada berbagai tempat makan yang bisa dipilih. Namun, harganya cukup mahal. ”Pengunjung sebaiknya tanya dulu harganya sebelum membeli biar tidak kaget. Kalau saya membawa bekal sih,” tuturnya. (*/c14/ttg)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
