Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Maret 2024 | 16.05 WIB

Ngabuburit di Sunan Ampel Ternyata Lebih Seru! Banyak Varian Makanan, Sekaligus Ibadah

 
 
 

Keseruan Berburu Takjil untuk Buka Puasa di Kawasan Religi Sunan Ampel

 
 
JawaPos.com - Siapa sih yang tidak kenal dengan Kawasan Religi Sunan Ampel? Salah satu makam Wali Songo bernama Raden Rahmat. Terletak di daerah Ampel, Surabaya. Kawasan ini sudah ada sejak tahun 1421, dimana saat itu Raden Sunan Ampel yang mendirikan masjid di daerah tersebut. 
 
Tak lama dari itu beliau meninggal di sekitar tahun 1467. Karena masyarakat banyak yang mengenang dakwah beliau, Pemkot Surabaya resmi menjadikan Kawasan Sunan Ampel sebagai wisata religi yang hingga kini masih ramai didatangi peziarah.
 
Perlu diketahui, bahwa Sunan Ampel disebut sebagai bapak para wali. Hal ini karena keturunannya menjadi bagian dari Wali Songo, keturunan wali yang berdakwah di seluruh tanah Jawa. Di antaranya, Sunan Gresik, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Kudus, Sunan Giri, Sunan Kalijaga, Sunan Muria, dan Sunan Gunung Jati. Lantas kemudian banyak juga masyarakat yang melakukan Ziarah Wali Songo.
 
Memasuki bulan Ramadhan, Kawasan Sunan Ampel menjadi salah satu tujuan penting dalam menunaikan ibadah. Tidak seperti biasanya, pada bulan Ramadhan ini para pengunjung meningkat dua kali lipat lebih banyak dari pada hari biasa. Bahkan juga banyak dari mereka yang melakukan iqtikaf di Masjid Sunan Ampel. Terlebih pada saat sepuluh hari terkahir bulan Ramadhan, hari yang pas untuk mengejar malam Lailatul Qadr. Pengunjung saat itu bisa mencapai puluhan ribu.
 
Selain dikenal dengan tradisi ziarah yang kental, Kawasan Sunan Ampel ternyata memiliki segudang kuliner yang bervariasi khas Timur Tengah. Daerah Sunan Ampel lekat dengan penduduknya yang merupakan keturunan Arab, jadi tak heran jika banyak dari mereka yang menjual makanan khas Timur Tengah.
 
Seperti yang terlihat pada video unggahan akun instagram @Asli_Suroboyo, memperlihatkan keseruan berburu takjil di Kawasan Sunan Ampel. Mulai dari kurma, kebab, kismis, kacang-kacangan, gorengan dan masih banyak lagi. Tidak kalah seru, selain berburu takjil kita juga dapat melihat banyak aksesoris dan busana muslim di seluruh jalanan pintu masuk menuju Makam Sunan Ampel.
 
Kawasan di luar Ampel pun juga tidak kalah seru, banyak juga yang menyajikan makanan lokal, seperti Soto, Bakso, Mie Ayam dan Nasi Goreng. Karena banyak pengunjung dari luar kota, membuat para pedagang menjadi bersemangat untuk menyiapkan hidangan terbaik mereka. Setelah melakukan perjalanan yang jauh, dan di kawasan itulah pengunjung dapat mengisi energi kembali.
 
 
Untuk menghindari kemacetan saat Ramadhan, pengunjung disarankan hadir sebelum waktu Ashar, jika ingin berlama-lama di Kawasan Sunan Ampel. Pada saat sore hari, umumnya pengunjung mulai banyak berdatangan untuk berburu takjil dan buka puasa. Dilanjut pada malam harinya mereka mengikuti shalat tarawih di Masjid Sunan Ampel.
 
Pengunjung juga tidak perlu khawatir, karena Kawasan Religi buka 24 jam, jadi bebas berkunjung kapan saja. Jangan lupa untuk selalu membawa peralatan ibadah jika ingin bermalam disini, karena banyaknya pengunjung tidak memungkinkan alat ibadah disana memadai untuk dipakai dalam waktu yang sama.
 
Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore